Berita, Nasional

Ray Rangkuti Kritik Penahanan Terkait Ijazah Jokowi: Seharusnya Buktikan Keaslian, Bukan Pakai Instrumen Hukum-hukuman

Repelita.net

21 June 2026 20:37 WIB • 667 view

Ray Rangkuti Kritik Penahanan Terkait Ijazah Jokowi: Seharusnya Buktikan Keaslian, Bukan Pakai Instrumen Hukum-hukuman
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengamat politik, Ray Rangkuti, menyoroti penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait polemik ijazah Joko Widodo yang menurutnya seharusnya bisa diselesaikan secara sederhana.

Ia menilai tidak semestinya persoalan tersebut ditarik ke dalam ranah pidana yang panjang dan melelahkan jika ingin mengedepankan logika yang sehat.

ADVERTISEMENT

Ray berpendapat bahwa kunci utama dari segala kegaduhan ini adalah pembuktian langsung tanpa harus melibatkan aparat penegak hukum secara berlebihan.

"Bagi saya yang menarik nih, tadi kan ditanyakan, emang sebaiknya ijazahnya dibuktikan asli dulu atau langsung dilaporkan kan gitu," ujar Ray, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurutnya, langkah yang paling masuk akal adalah dengan menunjukkan dokumen ijazah secara terbuka kepada publik untuk meredam keraguan yang ada.

"Ya kalau logika yang waras, buktikan asli dulu," ucapnya tegas.

Ia menekankan bahwa seorang tokoh dengan kapasitas negarawan tidak perlu mengandalkan instrumen kepolisian untuk membungkam kritik terkait keaslian ijazah.

"Dan pembuktian asli itu sebetulnya sebagai seorang negarawannya, nggak perlu bagi saya pada tingkat tertentu harus melibatkan proses hukum. Ini ijazah saya, selesai itu. Udah biarkan saja, udah," tukasnya.

Ray mengungkapkan bahwa pola pelibatan hukum untuk membungkam perbedaan pandangan sudah menjadi tren yang lazim sejak masa pemerintahan Joko Widodo.

"Ini kan pola yang menurut saya agak lazim di era Pak Jokowi," jelasnya.

Ia mengamati bahwa banyak pihak yang berseberangan dengan kebijakan pemerintah kerap terjerat hukum dengan berbagai pasal yang sengaja disematkan.

"Dengan tentu banyak dalil, pake undang-undang ini, pake undang-undang itu," imbuhnya.

Ia bahkan mengaitkan situasi saat ini dengan fenomena tuduhan makar yang dulu kerap dialamatkan kepada para pengkritik rezim terdahulu.

"Ingat dulu ya, di era Pak Jokowi itu berapa banyak orang yang dituduhkan sebagai pelaku makar. Hanya karena urusan-urusan, mempersoalkan kebijakan Pak Jokowi gitu," tegasnya.

Ray menilai, meski pihak terkait bersikukuh bahwa ijazah tersebut asli, pendekatan hukum yang represif justru menyisakan keraguan mendalam di tengah masyarakat.

"Ya, bobot ini semua yang sebetulnya terjadi pada peristiwa hari ini, jadi ketika Pak Jokowi terus-menerus melalui proses hukum yang disebutkan itu, membuktikan keaslian ijazah beliau, tapi di publiknya ada keraguan soal itu gitu," terangnya.

Ia menutup dengan kritik pedas bahwa sistem hukum saat ini cenderung disalahgunakan menjadi alat untuk menghukum pihak-pihak yang berseberangan.

"Jadi sebetulnya, saya ragu kita sedang menegakkan negara hukum, tetapi kita sedang menegakkan negara hukum-hukuman," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung