Repelita Jakarta - Gelombang perombakan susunan Kabinet Merah Putih yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto kini menyasar pada posisi posisi krusial di kementerian. Jabatan Menteri Keuangan yang sebelumnya diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa kini resmi dialihkan kepada figur internal.
Kepala negara secara resmi telah melantik Suahasil Nazara untuk menakhodai kementerian tersebut di Istana Kepresidenan pada Senin, 14 September 2026. Keputusan pencopotan ini memicu berbagai analisis mendalam terkait alasan utama di balik kebijakan mendadak sang presiden.
ADVERTISEMENT
Dalam tayangan diskusi di kanal YouTube AKIP tvOne yang disiarkan pada Selasa, 15 September 2026, Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, memberikan sorotan tajam. Ia menilai aspek komunikasi sang mantan menteri menjadi faktor krusial di balik pencopotan tersebut.
Hendri Satrio menjabarkan adanya kendala besar dalam lini relasi komunikasi yang dibangun oleh Purbaya Yudhi Sadewa. "Nampaknya purbaya belum lulus untuk eh relations dengan internal maupun eksternalnya," ujar pengamat yang akrab disapa Bang Hensa tersebut.
Menurut Hendri Satrio, gaya penyampaian mantan menkeu di ruang publik yang terlalu terbuka kerap memicu gesekan di tingkat elite pemerintahan. "Polemik-polemik dia dengan pejabat lain misalnya seperti dengan danantara kemudian dengan gubernur pramono anung gitu ya," paparnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kebiasaan Purbaya Yudhi Sadewa yang dinilai kurang tepat dalam menjaga kerahasiaan koordinasi antarlembaga. "Terus kadang-kadang dia meeting dengan menteri kemudian dia sampaikan ke publik gitu ya terus gaya ceplas-ceplosnya nampaknya juga tidak direspon baik oleh koleganya," tambah Hendri Satrio.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok