Berita, Nasional

Purbaya Dicopot Mendadak, Pagi Masih Rapat dengan DPD lalu Dipanggil Istana

Repelita.net

14 September 2026 16:47 WIB • 543 view

Purbaya Dicopot Mendadak, Pagi Masih Rapat dengan DPD lalu Dipanggil Istana
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika politik nasional diwarnai oleh perombakan posisi Menteri Keuangan yang terjadi secara mendadak pada hari Senin, 14 September 2026.

Purbaya Yudhi Sadewa harus menanggalkan jabatannya setelah mengemban tugas mengelola keuangan negara selama kurang lebih satu tahun penuh.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Purbaya resmi dilantik menduduki kursi Menteri Keuangan sejak tanggal 8 September 2025 yang lalu.

Kini posisi strategis tersebut resmi beralih kepada Suahasil Nazara yang sebelumnya mengemban aman sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Prosesi pelantikan pejabat baru itu dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari Senin sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Pergantian kepemimpinan fiskal negara ini berlangsung sangat cepat, bahkan hanya berselang beberapa jam setelah Purbaya menuntaskan kegiatan resminya.

Menjelang siang hari sekitar pukul 11.00 WIB, Purbaya tampak masih menghadiri agenda rapat kerja gabungan bersama Komite IV DPD RI.

Rapat tersebut mulanya berjalan seperti biasa hingga sebuah panggilan telepon misterius dari Istana Negara mengubah jalannya persidangan.

Ketua Komite IV DPD RI, Ahmad Nawardi, mengungkapkan bahwa pihak pimpinan rapat menerima kabar penting mengenai adanya instruksi panggilan khusus dari Istana.

Purbaya lantas diminta untuk segera meninggalkan ruang sidang demi memenuhi panggilan mendadak dari lembaga kepresidenan tersebut.

“Tadi saya sampaikan Pak ada telepon, jadi tolong dicek ada telepon dari Istana, dari Mensesneg,” kata Nawardi pada hari Senin, 14 September 2026.

Menurut penuturan Nawardi, komunikasi itu menyangkut urusan kenegaraan yang sangat mendesak dan harus segera diselesaikan di Istana.

Kala itu, Purbaya sedang fokus memberikan penjelasan dalam forum rapat sehingga tidak memegang gawai pribadinya sama sekali.

“Katanya ada urusan penting dipanggil ke Istan oleh Pak Mensesneg. Tapi kan Pak Purbaya lagi bicara, enggak pegang HP, akhirnya kita putus tidak dilanjut di rapat,” ujarnya.

Nawardi menambahkan bahwa dirinya sama sekali tidak menangkap gelagat atau tanda bahwa Purbaya mengetahui perihal pencopotan dirinya.

Bahkan sejak awal kehadirannya di gedung dewan perwakilan daerah, sang menteri menunjukkan gelagat santai seperti hari-hari biasa.

“Beliau enggak bicara apa-apa, beliau santai-santai saja, enggak ada ngomong apa-apa dengan kita dan waktu itu ya biasa aja. Kalau beliau tahu akan diganti kan enggak mungkin hadir,” ungkap Nawardi.

Kendati demikian, pihak pimpinan dewan sempat menaruh perhatian pada sejumlah ketidakhadiran Purbaya dalam beberapa agenda pertemuan tingkat global.

Purbaya tercatat beberapa kali absen dari delegasi menteri keuangan dalam forum internasional penting seperti kelompok negara G20 serta aliansi BRICS.

Nawardi sempat melontarkan pertanyaan langsung kepada yang bersangkutan mengenai alasan di balik ketidakhadirannya dalam forum-forum luar negeri tersebut.

Kala itu, jawaban yang diterima berkaitan dengan kewajiban menghadiri rangkaian rapat bersama DPR RI di dalam negeri.

“Kata Pak Purbaya ada rapat-rapat di DPR. karena ada rapat-rapat jadi enggak ke sana, dan katanya harus ada yang jaga kandang,” kata Nawardi.

Rangkaian kejutan tersebut akhirnya terjawab lewat kepastian hukum mengenai perombakan kabinet pada hari dan tanggal yang sama.

Purbaya harus melepaskan tanggung jawabnya sebagai bendahara negara, sementara Suahasil Nazara langsung mengambil alih kendali kepemimpinan kementerian.

Transisi kepemimpinan itu berjalan dalam tempo sesaat di mana pagi hari Purbaya masih berdiskusi di parlemen, dan sore harinya kursi menteri telah berganti pemilik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung