Berita, Nasional

Profesor Mohamad Ikhsan Bongkar Pelemahan Kredibilitas Fiskal Nasional dan Desak Penghentian Proyek Prestisius Demi Hindari Krisis

Repelita.net

24 May 2026 21:35 WIB • 711 view

Profesor Mohamad Ikhsan Bongkar Pelemahan Kredibilitas Fiskal Nasional dan Desak Penghentian Proyek Prestisius Demi Hindari Krisis
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pakar ekonomi sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia memperingatkan bahwa situasi nasional saat ini sedang menunjukkan rima serta indikator yang menyerupai fase awal menjelang terjadinya guncangan krisis finansial hebat era silam.

Meskipun secara makro posisi cadangan devisa serta ketahanan sektor perbankan domestik dinilai jauh lebih kokoh, ancaman pelemahan kredibilitas tata kelola keuangan dan toleransi atas pelanggaran regulasi terus mengintai.

ADVERTISEMENT

Kondisi ruang fiskal yang semakin menyempit akibat ekspansi pengeluaran yang tidak dibarengi kedisiplinan sektor pendapatan negara dinilai memperparah risiko keterpurukan ekonomi di tengah ketatnya dinamika pasar global.

Ia menegaskan kemiripan gejala nyata tersebut tecermin dari munculnya sikap penolakan atas realita masalah, kecenderungan menyalahkan pihak eksternal, hingga pelemahan independensi institusi kunci seperti bank sentral.

Guna menghindar dari kejatuhan yang lebih dalam, pemerintah diimbau segera mengambil langkah berani untuk menunda atau memangkas skala pelaksanaan berbagai proyek mercusuar yang dinilai kurang memiliki kelayakan teknis yang ketat.

Belajar dari sejarah masa kepemimpinan Presiden BJ Habibie, penyelamatan fondasi institusi negara dan pemulihan kepercayaan pasar internasional hanya bisa diraih melalui pengorbanan agenda pribadi serta kepatuhan total pada aturan main.

Langkah konsistensi reformasi tanpa membongkar fondasi yang sudah ada wajib dilanjutkan secara berkesinambungan demi menjaga stabilitas politik yang legitimate sebagai modal utama pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Guru Besar UI Yanuar Rizky secara langsung menyatakan, "indonesia belum di tepi jurang tapi sejarah tidak sedang diam ia sedang berbisik dan bisikannya semakin keras pola yang kita lihat hari ini pelhan kredibilitas fiskal retorika menggantikan reformasi dan toleransi terhadap pelanggaran aturan adalah pola yang sama mendahului krisis 9798 indonesia menuju jurang jawaban saya ini belum tapi pintu keluarnya sedang menutup diplomatis jadi Indonesia belum di tepi jurang".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung