Repelita Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pengakuan terbuka ihwal kebiasaannya yang kerap mengabaikan naskah resmi saat menyampaikan pidato di hadapan publik.
Kepala negara mengungkapkan bahwa para pembantu terdekatnya di lingkungan istana selalu memberikan peringatan khusus agar dirinya senantiasa berpedoman pada teks tertulis.
ADVERTISEMENT
Imbauan tersebut diberikan supaya materi pemaparan resmi kenegaraan tetap terarah dengan baik tanpa melenceng jauh dari substansi pokok yang telah dirumuskan secara matang.
Meskipun demikian, ia mengaku lebih memilih mengambil inti sari dari draf tersebut dan menyampaikannya secara langsung menggunakan gaya bahasa khas yang lebih luwes.
Situasi tersebut sempat terlihat jelas dalam rangkaian acara penting nasional yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Partai Demokrat pada Rabu sembilan September dua ribu dua puluh enam.
Bahan sambutan yang dipersiapkan staf sebenarnya dinilai sangat komprehensif karena memuat data akurat serta grafik pendukung yang sangat rinci bagi kebutuhan publik.
Namun, kepala negara merasa penyampaian secara ringkas dan lugas lebih efektif agar audiens dapat menangkap poin utama tanpa merasa bosan oleh paparan yang terlalu panjang.
Memang saya selalu diingatkan oleh staf saya, Pak, pakai teks, Pak.
Jangan saya sampai keluar dari pembahasan.
Paparannya baik sekali, grafiknya banyak sekali.
Tapi saya kira esensinya saya rangkum, saya ringkas, dan saya sampaikan.
Mudah-mudahan saya tidak salah bicara.
Di sisi lain, pemimpin tertinggi nusantara tersebut menyadari sepenuhnya bahwa gaya bicara spontan memiliki risiko kekeliruan retorika yang dapat memicu polemik di tengah masyarakat.
Kendati demikian, ia memandang kekeliruan verbal sebagai suatu kewajaran manusiawi yang dapat diselesaikan secara sportif melalui pengakuan terbuka serta permohonan maaf.
Tapi sebetulnya kalau manusia kalau bikin kesalahan ya kita minta maaf saja.
Pernyataan terbuka tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk senantiasa transparan serta terbuka terhadap segala bentuk koreksi konstruktif dari seluruh elemen bangsa. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok