Berita, Nasional

Fakta Baru Terungkap, Dokter Tifa Pertimbangkan Laporkan Dian Sandi Terkait Foto Ijazah Jokowi

Repelita.net

26 October 2026 22:42 WIB • 92 view

Fakta Baru Terungkap, Dokter Tifa Pertimbangkan Laporkan Dian Sandi Terkait Foto Ijazah Jokowi
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pegiat media sosial dr. Tifauzia Tyassuma yang menjadi terdakwa dalam perkara dugaan penyebaran tuduhan dokumen kelulusan palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo membuka peluang mengambil langkah hukum serius.

ADVERTISEMENT

Target dari rencana pelaporan hukum tersebut diarahkan kepada sosok Dian Sandi Utama menyusul adanya temuan fakta baru yang terungkap di muka persidangan.

Rencana strategis tersebut mulai digodok oleh kubu terdakwa usai tim penasihat hukumnya sukses melakukan pemeriksaan silang terhadap saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada hari Kamis, 22 Oktober 2026.

Menurut analisis dr. Tifa, rangkaian kesaksian yang dibeberkan oleh Dian Sandi Utama di hadapan majelis hakim justru menyingkap tabir baru mengenai polemik unggahan berkas kelulusan Jokowi.

Masalah administratif yang sempat memicu perdebatan masif di jejaring sosial X selama berbulan-bulan tersebut dinilai bersumber dari unggahan sepihak milik saksi.

Unggahan digital dari saksi dianggap telah membangun opini publik yang salah karena memberi kesan seolah-olah gambar berkas kelulusan tersebut diperoleh langsung dari dokumen fisik asli.

Pernyataan yang menyoroti peranan saksi sebagai pemicu kegaduhan nasional tersebut disampaikan secara langsung oleh dr. Tifa dalam sebuah keterangan yang dikutip pada hari Senin, 26 Oktober 2026.

"Saya perlu sampaikan bahwa berdasarkan dari keterangan yang diberikan oleh saksi tadi dan hasil cross examination kami, terbukti bahwa yang menjadi biang keladi dari semua keributan selama 600 hari ini adalah ya orang ini, ya," ujar Dokter Tifa.

Kubu terdakwa menaruh perhatian tajam terhadap rangkaian narasi yang sempat ditulis oleh Dian Sandi Utama melalui sebuah utas di akun media sosial miliknya pada tanggal 1 April 2025.

Melalui pesan digital tersebut, saksi menulis keterangan tertulis yang mengklaim bahwa dirinya mempublikasikan berkas versi asli demi menyudahi polemik seputar dokumen fotokopi.

Namun situasi di ruang sidang berbalik drastis sewaktu saksi mengakui bahwa berkas digital tersebut bukan merupakan hasil pemotretan mandiri yang diambil langsung dari dokumen fisik otentik.

"Ini adalah pengecohan, pengelabuan, ya, karena seluruh masyarakat Indonesia dibuat seakan-akan percaya bahwa dia melakukan pemotretan atau membuat foto asli dari ijazah Joko Widodo," katanya.

Fakta persidangan kian benderang setelah terungkapnya asal-usul dokumen digital di mana berkas yang disebarkan oleh Dian Sandi Utama ternyata didapat dari akun X lain dengan nama pengguna @hyperpoison.

Berdasarkan salinan riwayat percakapan yang dibuka secara transparan di ruang sidang, akun sekunder tersebut diketahui hanya mengunduh gambar dari unggahan pengguna lain di platform yang sama.

Berangkat dari rangkaian bukti autentik yang terungkap di pengadilan, tim penasihat hukum dr. Tifa saat ini tengah mematangkan berkas laporan hukum untuk dilayangkan ke Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Langkah hukum pidana ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah pasal normatif hukum pidana yang dinilai selaras dengan dugaan penyebaran informasi yang menyesatkan khalayak luas.

Di samping itu, kubu terdakwa juga mengkritisi poin kesaksian mengenai pencatatan riwayat nama Joko Widodo yang tercantum secara formal di dalam dokumen Berita Acara Pemeriksaan.

Keterangan tertulis dalam berita acara pemeriksaan tersebut rencananya akan diuji akurasinya dengan melakukan konfirmasi langsung kepada Jokowi selaku saksi korban pada agenda sidang berikutnya.

Dokter Tifa mengingatkan apabila di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian objektif antara kesaksian Dian Sandi Utama dengan keterangan sumpah Jokowi, maka hal itu berisiko memicu konsekuensi hukum bagi saksi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung