Berita, Timur Tengah

Perusahaan Rafael Klaim Efektivitas Iron Dome Capai 99 Persen Serta Rencana Privatisasi Dua Raksasa Pertahanan Israel

Repelita.net

11 May 2026 22:29 WIB • 735 view

Perusahaan Rafael Klaim Efektivitas Iron Dome Capai 99 Persen Serta Rencana Privatisasi Dua Raksasa Pertahanan Israel
Foto: Istimewa

Repelita [Yerusalem] - Otoritas pertahanan Israel melalui Rafael Advanced Defense Systems Ltd mengklaim bahwa sistem persenjataan Iron Dome telah mencapai tingkat efektivitas nyaris sempurna dalam menangkal gempuran rudal lawan.

Perusahaan milik negara tersebut mengungkapkan bahwa teknologi pertahanan ini berhasil melumpuhkan sebagian besar serangan udara yang dilancarkan oleh kelompok militer dari wilayah selatan maupun utara.

ADVERTISEMENT

Yuval Steinitz yang mewakili pihak Rafael menjelaskan dalam sebuah konferensi keamanan bahwa akumulasi roket yang ditembakkan ke arah Israel telah menembus angka empat puluh ribu unit sejak akhir tahun 2023.

Beliau merinci performa alat tersebut dengan menyatakan “Iron Dome mencegat sebagian besar rudal tersebut dengan tingkat keberhasilan yang tidak 100 persen tetapi mendekati 100 persen. Sekitar 98 persen, bahkan 99 persen, jadi tidak sempurna, tetapi hampir,” tuturnya.

Selain itu, tercatat sekitar seribu lima ratus rudal balistik kiriman Iran telah menyasar wilayah tersebut dalam kurun waktu dua tahun terakhir dengan hanya sebagian kecil yang berhasil lolos dari sistem cegatan.

Meskipun tingkat kegagalannya sangat rendah, hantaman dari puluhan rudal yang tidak terdeteksi tersebut dilaporkan telah meluluhlantakkan sejumlah bangunan di pusat kota Tel Aviv serta wilayah Haifa.

Di sisi lain, pemerintah Israel tengah mempersiapkan langkah besar untuk melakukan privatisasi terhadap dua raksasa industri militer mereka paling lambat pada periode kuartal kedua tahun ini.

Direktur Otoritas Perusahaan Pemerintah, Roi Kahlon, menyampaikan bahwa hambatan regulasi dan masalah serikat pekerja diharapkan segera tuntas guna memperlancar penawaran umum perdana atau IPO.

Israel Aerospace Industries (IAI) dan Rafael Advanced Defense Systems dijadwalkan akan melepas sebagian sahamnya ke publik di Bursa Efek Tel Aviv secara bertahap untuk menjaga kendali kepemilikan.

Terkait strategi pelepasan aset negara tersebut, Kahlon menjelaskan alasannya dengan menyebutkan “Jika Anda ingin memaksimalkan valuasi penjualan, kita harus melakukannya secara bertahap,” ungkapnya kepada awak media.

Saat ini nilai valuasi IAI diperkirakan mencapai dua puluh miliar dolar, sementara Rafael yang memproduksi sistem laser anti-rudal terbaru dihargai sekitar sepuluh miliar dolar Amerika Serikat.

Pemerintah menganggap momen peperangan yang berkepanjangan justru meningkatkan nilai tawar perusahaan-perusahaan tersebut di pasar modal global sehingga privatisasi menjadi opsi yang menguntungkan.

Mengenai hal ini, Kahlon menegaskan urgensi waktu pelaksanaan dengan menyatakan “Kami memiliki kesempatan sekarang... karena nilai kedua perusahaan yang tinggi,” tegasnya mengenai prospek investasi tersebut.

CEO IAI, Boaz Levy, turut memberikan pandangannya bahwa transformasi menjadi perusahaan terbuka sangat krusial bagi rencana ekspansi bisnis serta pertumbuhan kapasitas produksi militer di masa depan.

Boaz Levy menekankan pentingnya langkah strategis ini dengan berujar “Kita harus melihat ke masa depan,” dan menambahkan “Ini sangat penting bagi perusahaan karena (IAI) perlu tumbuh.” sebagai visi jangka panjang perusahaan.

Langkah privatisasi ini juga diharapkan mampu memangkas kerumitan birokrasi yang selama ini dinilai menghambat proses pengambilan keputusan cepat di sektor industri pertahanan negara yang sangat dinamis.

Sebagai contoh sukses, nilai jual industri militer Israel lainnya dilaporkan telah melonjak hingga empat kali lipat setelah beralih ke kepemilikan swasta sejak enam tahun yang lalu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung