Berita, Nasional

Penyebab Purbaya Yudisadewa Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan: Kendala Teamwork dan Hubungan Eksternal

Repelita.net

15 September 2026 15:11 WIB • 461 view

Penyebab Purbaya Yudisadewa Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan: Kendala Teamwork dan Hubungan Eksternal
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Evaluasi jabatan yang berujung pada pencopotan Purbaya Yudisadewa dari posisi Menteri Keuangan kini tengah menjadi sorotan hangat di kalangan publik.

Langkah tegas Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan perombakan kabinet ini diduga kuat berkaitan erat dengan masalah koordinasi internal serta dinamika komunikasi eksternal.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan tayangan di kanal YouTube OfficialSINDOnews yang diunggah pada Senin, 14 September 2026, pengamat ekonomi senior Yanuar Rizki turut membeberkan analisis mendalam terkait pergantian posisi strategis tersebut.

Yanuar menilai gaya komunikasi publik mantan Menteri Keuangan cenderung memicu suasana konfrontatif dengan berbagai pihak yang tidak sejalan dengan agenda prioritas pertumbuhan ekonomi.

Ia juga menambahkan bahwa gejolak muncul lantaran mantan Menkeu kerap menyerang lembaga pemeringkat rating hingga menahan restitusi pajak dari negara mitra dagang seperti Jepang dan Cina.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu stabilitas iklim usaha dan memicu protes keras dari luar negeri, sehingga Presiden memilih menunjuk Suahasil Nazara demi menetralkan situasi.

Proses pemberhentian ini pun diwarnai momen tidak biasa lantaran terjadi tepat saat Purbaya tengah memaparkan rencana kerja di depan Dewan Perwakilan Daerah.

Di tengah jalannya rapat pada hari itu, pimpinan sidang mendadak memotong pembicaraan dan meminta sang menteri untuk segera memeriksa pesan di telepon genggamnya.

Sebelum instruksi tersebut datang, Purbaya sempat menegaskan komitmennya untuk menjaga pembiayaan daerah serta mengantisipasi agar Indonesia tidak terjebak krisis default seperti Argentina.

Kabar perombakan yang mendadak ini langsung direspons oleh lantai bursa, di mana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan mengalami pembalikan arah secara cepat.

Pasar modal domestik yang sempat tertekan ke zona terendah dilaporkan langsung mengalami rebound tajam hingga mendekati level pembukaan segera setelah pengumuman reshuffle beredar.

Meski demikian, Yanuar mengingatkan para investor agar tetap waspada dan tidak bersikap overshooting terhadap euforia pergantian figur di Kementerian Keuangan ini.

Menurutnya, penguatan indeks tersebut cenderung memanfaatkan momentum sesaat di tengah posisi investor asing yang sebenarnya masih melakukan aksi jual bersih secara akumulatif.

Tantangan berat terkait pengelolaan defisit fiskal di bawah tiga persen serta fluktuasi yield surat utang global tetap akan membayangi kinerja Menkeu yang baru dalam menjaga APBN tetap sehat.

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung