Repelita Jakarta - Penulis Israel Tamar Raphael menerima ancaman pemerkosaan dan pembunuhan setelah secara terbuka menyatakan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan Raphael saat berbicara di Frankfurt Book Fair pada November 2025.
ADVERTISEMENT
Saat itu ia juga mengenakan pin berbendera Palestina di kerah bajunya meski hadir sebagai bagian dari delegasi resmi Israel yang didanai Kementerian Kebudayaan Israel.
Setelah pernyataannya menjadi viral dan disebarkan oleh influencer sayap kanan Israel ancaman kekerasan bermunculan di media sosial hingga mencapai hampir dua ribu tanggapan bermusuhan.
Raphael kemudian merespons melalui media sosial dengan menyatakan bahwa sebagai penulis ia merasa wajib menggunakan suaranya untuk mengkritik kebijakan pendudukan dan mendukung solusi dua negara.
Ia menilai gelombang ancaman yang diterimanya mencerminkan kondisi arus utama masyarakat Israel saat ini.
Meski mendapat kecaman luas Raphael tetap mendapatkan dukungan dari rekan sastrawan intelektual serta politisi seperti anggota Knesset Ayman Odeh dari partai Hadash-Ta’al.
Tamar Raphael dikenal sebagai penyair dan novelis dengan karya Receding Songs pada 2021 serta novel debutnya There Were Two with Nothing to Do pada 2024.
Saat ini ia menetap di Berlin Jerman.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Israeli author tamar raphael says she received rape and murder threats after saying Israel committed genocide in Gaza pic.twitter.com/QqFZ8mR7z4
— LPC (@landpalestine) March 28, 2026