Repelita Lombok Utara - Seorang nelayan bernama Ariyanto (38 tahun) menemukan sebuah benda yang diduga kuat sebagai kendaraan bawah air tanpa awak atau drone laut milik China di perairan sekitar Selat Utara Trawangan.
Peristiwa penemuan itu terjadi ketika Ariyanto sedang melaut untuk mencari ikan di lokasi yang berjarak kurang lebih 10 mil dari Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
ADVERTISEMENT
Pada saat ditemukan oleh sang nelayan, benda misterius tersebut dalam posisi mengambang di permukaan air laut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul belum memberikan respons terkait temuan benda mencurigakan ini ketika dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, benda yang terdampar itu merupakan bagian dari sistem sensor bawah laut yang diproduksi oleh sebuah perusahaan asal China.
Setelah ditemukan, warga segera melaporkan keberadaan benda tersebut kepada petugas Posal Gili Air dan Pospol Polsek Pemenang Gili Trawangan untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Sekitar pukul 10.00 Wita, proses evakuasi benda tersebut dilakukan ke Gili Trawangan, tepatnya di samping Hotel GB Suites.
Selanjutnya, lokasi penempatan benda itu dipasangi police line oleh anggota Polsubsektor Gili Indah untuk mengamankan area.
Pada pukul 13.02 Wita, Tim Detasemen Gegana Penjinak Bom dan Kimia, Biologi, Radioaktif (Jibom dan KBR) tiba di lokasi untuk melaksanakan observasi serta pemeriksaan menyeluruh.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya bahan peledak maupun zat radioaktif di dalam benda tersebut.
Tim Gegana menyimpulkan bahwa benda itu merupakan sebuah alat atau robot bawah air yang dikembangkan oleh CSIC (China Shipbuilding Industry Corporation).
Setelah proses observasi selesai, dilakukan serah terima barang dari Polsubsektor Gili Indah yang disaksikan oleh Tim Gegana kepada Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram.
Pada pukul 16.30 Wita, benda yang telah diserahkan tersebut kemudian diangkut menggunakan truk dinas milik Lanal Mataram.
Barang bukti tersebut akhirnya tiba di Markas Komando (Mako) Lanal Mataram pada pukul 20.17 Wib untuk selanjutnya diamankan secara resmi.
Hasil identifikasi awal mengungkapkan bahwa benda tersebut adalah drone bawah air yang diproduksi oleh China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC).
CSIC sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan grup industri pembuatan dan perbaikan kapal terbesar yang berasal dari China.
Keunikan lain terungkap ketika ditemukan adanya teks mandarin bertuliskan "研制" (yán zhì) di bagian dalam benda tersebut yang memiliki arti penelitian dan pengembangan atau dikembangkan oleh.
Desain drone itu dilengkapi dengan berbagai macam kabel, sensor, serta palka di bagian atas yang teridentifikasi sebagai peralatan penelitian oseanografi.
Pada alat yang ditemukan, terlihat jelas adanya ADCP (acoustic doppler current profiler) yaitu alat pengukur arus hidro akustik yang mirip dengan sonar.
Alat tersebut biasa digunakan untuk mengukur kecepatan arus air pada kedalaman tertentu di lautan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok