Berita, Nasional

Pendemo di Makassar Nyaris Bentrok, Polisi Padamkan Api Menggunakan APAR

Repelita.net

17 June 2026 22:06 WIB • 433 view

Pendemo di Makassar Nyaris Bentrok, Polisi Padamkan Api Menggunakan APAR
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kericuhan nyaris pecah di Jalan AP Pettarani, Makassar, saat aksi massa berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026.

Ketegangan memuncak ketika pihak kepolisian berupaya memadamkan kobaran api ban bekas yang dibakar oleh kelompok pendemo di tengah jalan.

ADVERTISEMENT

Kompol Joko Pamungkas yang memimpin pengamanan langsung menginstruksikan anak buahnya untuk menyemprotkan cairan dari APAR ke arah api.

"Kawan-kawan, tetap pada barisan, kita hadir di sini untuk menyuarakan kebenaran, jangan mau kalah dengan intervensi dari aparat," seru orator di lokasi kejadian.

Para pengunjuk rasa berupaya menghalangi langkah petugas untuk memadamkan api, sehingga suasana sempat menjadi sangat tegang.

Selain Sabhara, unit Jatanras Polrestabes Makassar tampak siaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya keributan lebih lanjut.

Di sisi lain, Plt Presiden BEM UNM, Nur Intan Maharani Ilyas, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan cerminan dari kondisi bangsa yang sedang memprihatinkan.

"Kawan-kawan yang tergabung di BEM UNM itu aksi untuk mengkampanyekan sebelum kita, setelah ini untuk memperkuat kembali basis massa internal kemudian akan ada aksi lanjutan," ungkap Intan kepada awak media.

Terkait isu dapur program Makan Bergizi Gratis yang disebut akan masuk ke kampus, mahasiswa memberikan penolakan secara tegas.

"Kalau dari UNM, sudah menjadi isu yang kontra sejak MBG itu diredakan kemudian yang menjadi kemarahan mahasiswa adalah terdapat isu yang akan MBG masuk kampus," tegasnya.

Intan menambahkan bahwa mahasiswa juga menyoroti kebijakan lain, termasuk pengesahan aturan terkait Polri dan TNI yang dinilai mencederai ruang sipil.

"Teatrikal seperti grand isu dari pada kawan-kawan melihan kondisi bangsa hari ini itu ibartnya itu sudah sekarat yah," tutur Intan mengenai aksi simbolis mereka.

Penampilan itu menjadi kritik atas kinerja pemerintah yang dianggap gagal membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas melalui program-programnya.

"Karena memang sudah banyak sekali kemudian program-program populis dari pemerintah yang sama sekali tidak berpengaruh signifikan kepada rakyat," jelasnya.

"Makanya kiya mengibaratkan hari ini Republik itu sekarat," tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung