Berita, Timur Tengah

Pejabat Iran Ancang-ancang Kejutan Besar untuk AS dan Israel, Intelijen Ungkap Kondisi Rudal

Repelita.net

06 April 2026 15:31 WIB • 1,077 view

Pejabat Iran Ancang-ancang Kejutan Besar untuk AS dan Israel, Intelijen Ungkap Kondisi Rudal
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Gerah dengan berbagai ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, seorang pejabat senior Iran mendadak mengeluarkan pernyataan yang membuat dunia terdiam.

Ia mengisyaratkan bakal adanya kejutan besar yang telah disiapkan Iran untuk Amerika Serikat dan Israel di tengah eskalasi perang yang terus memanas.

ADVERTISEMENT

Ancaman mengejutkan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Teheran kini sepenuhnya mengandalkan perang asimetris untuk menguras kekuatan musuh secara perlahan.

Menurut laporan Fars News Agency pada Senin (6/4/2026), pejabat tinggi Iran itu menegaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan langkah baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Kami mempunyai kejutan besar bagi Amerika dan Rezim Zionis, ini hanya memerlukan waktu," bunyi laporan tersebut mengutip pernyataan pejabat Iran.

Pejabat tersebut juga menyebut bahwa seluruh tindakan militer dan strategi yang dilakukan oleh Teheran berjalan sesuai dengan rencana dan daftar target yang telah ditentukan sebelumnya.

Pernyataan ini diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa Iran sedang menyiapkan gebrakan baru menyusul serangan timbal balik yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Pejabat yang sama juga menyebut pernyataan AS tentang kemungkinan menargetkan infrastruktur Iran sebagai sesuatu yang konyol dan tidak masuk akal.

Menurutnya, strategi militer pemerintah Washington yang mengandalkan pendekatan serangan bersih, cepat, dan mudah telah gagal total di lapangan.

Ia mengklaim bahwa negaranya kini telah belajar banyak dari pengalaman di medan tempur dan mampu beradaptasi dengan baik.

“Kami telah belajar dengan baik bagaimana melemahkan musuh dalam peperangan asimetris,” tegas pejabat tersebut.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran kemungkinan akan terus melanjutkan strateginya dengan menggunakan elemen proksi, serangan siber, dan taktik tekanan regional.

Teheran tampaknya akan menghindari keterlibatan dalam konflik skala besar secara langsung dan lebih memilih perang asimetris.

Dalam beberapa hari terakhir, AS memang telah meningkatkan serangan udaranya terhadap target-target Iran, sementara Israel memperluas operasinya terhadap elemen-elemen yang terkait dengan Teheran.

Ketegangan terutama meningkat di wilayah Irak, Suriah, dan kawasan Teluk, dengan ancaman timbal balik yang semakin intensif.

Para ahli meyakini bahwa penekanan Iran pada kata kejutan bisa merujuk pada sebuah langkah militer langsung, serangan terhadap infrastruktur kritis, atau operasi yang dilakukan melalui sekutu-sekutu regional mereka.

Sementara itu, intelijen Amerika Serikat mengungkap hal mengejutkan terkait kondisi Iran meskipun negara itu terus dihantam serangan AS dan Israel selama perang berlangsung.

Menurut pejabat AS yang diberi pengarahan tentang intelijen rahasia, Iran dengan cepat memulihkan bunker dan silo rudal bawah tanah setelah terkena serangan.

Laporan tersebut menyatakan bahwa Iran juga mempertahankan sejumlah besar rudal dan platform peluncuran bergerak, yang melemahkan klaim bahwa kemampuannya telah menurun secara signifikan.

Para pejabat AS mengatakan sekitar 11.000 target telah dihantam di seluruh Iran dalam lima minggu perang.

Berdasarkan tiga sumber yang mengetahui isi laporan tersebut, sekitar 50 persen peluncur rudal Iran masih dalam kondisi utuh dan siap digunakan.

Selain itu, Iran juga dilaporkan masih menyimpan ribuan drone kamikaze yang siap diluncurkan kapan saja.

Salah satu sumber intelijen memperingatkan bahwa kondisi ini tetap sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.

“Mereka masih sangat siap untuk menciptakan kekacauan total di seluruh kawasan,” katanya memperingatkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung