Berita, Timur Tengah

Ngeri, Iran Bakal Bikin Amerika dan Zionis Israel Jadi "Neraka"?

Repelita.net

06 April 2026 15:27 WIB • 1,028 view

Ngeri, Iran Bakal Bikin Amerika dan Zionis Israel Jadi "Neraka"?
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Kejutan besar Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat terus berlanjut, bahkan mereka terus menggempur sejumlah wilayah Zionis Israel dan aset vital AS di Timur Tengah dengan intensitas yang semakin meningkat.

Seorang pejabat keamanan senior Iran mengeluarkan pernyataan yang membuat dunia terdiam, mengisyaratkan bahwa pintu neraka akan terbuka bagi Amerika dan Zionis Israel jika infrastruktur mereka diserang.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan Tasnim News, pejabat tersebut menggarisbawahi bahwa Teheran bergerak maju berdasarkan rencana dan daftar target yang telah disusun, serta berjanji akan memberikan kejutan besar bagi agresor AS-Israel.

"Jelas, daftar target AS tidak tepat, tetapi Iran bergerak maju persis sesuai dengan rencana dan daftar targetnya," katanya kepada media.

Pejabat itu juga menyebut operasi militer AS terhadap Iran telah gagal total, terutama setelah Teheran berhasil menembak jatuh sejumlah pesawat Amerika di kawasan tersebut.

Menurutnya, Presiden Donald Trump telah menggunakan media untuk menutupi kelemahan AS di medan perang dan menampilkan target-target seperti jembatan di antara target-target AS yang sebenarnya tidak tepat sasaran.

“Itu tidak masuk akal. Kami memiliki kejutan besar untuk AS dan rezim Israel, hanya butuh sedikit waktu. Tentu saja, tindakan mereka di Iran selatan dapat mengubah keadaan menjadi menguntungkan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Iran telah belajar dengan baik dalam perang asimetris bagaimana cara melemahkan musuh secara perlahan tanpa harus terlibat konflik skala besar.

“Dan bahkan hari ini, AS telah gagal dalam strategi perang cepat dan mudahnya terhadap Iran,” ujar pejabat tersebut.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya Iran, Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, juga memberi peringatan keras kepada AS dan sekutunya pada Sabtu malam (4/4/2026).

“Pintu neraka akan terbuka untuk kalian, jika infrastruktur Iran diserang," tegas jenderal tersebut sebagai balasan atas ancaman Trump sebelumnya.

Pernyataan ngeri ini muncul ditengah eskalasi perang yang terus memanas di Timur Tengah dan menjadi sinyal bahwa Teheran kini sepenuhnya mengandalkan perang asimetris untuk menguras kekuatan musuh.

Menurut laporan Fars News Agency pada Senin (6/4/2026), pejabat tinggi Iran itu menegaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan langkah baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Kami mempunyai kejutan besar bagi Amerika dan Rezim Zionis, ini hanya memerlukan waktu," bunyi laporan tersebut mengutip pernyataan pejabat Iran.

Pejabat yang sama juga menyebut pernyataan AS tentang kemungkinan menargetkan infrastruktur Iran sebagai sesuatu yang konyol dan tidak masuk akal.

“Kami telah belajar dengan baik bagaimana melemahkan musuh dalam peperangan asimetris,” tegas pejabat tersebut.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan gelombang serangan skala besar baru yang menargetkan titik-titik berkumpul militer AS, sistem rudal Patriot, dan aset terkait Israel di seluruh Asia Barat pada Sabtu (4/4/2026).

Serangan yang merupakan bagian dari fase ke-95 Operasi True Promise 4 itu menggunakan rudal Haj Qassem, Khaybar-shekan, dan Qadr.

Target yang berhasil dihantam meliputi baterai artileri roket HIMARS AS di Pulau Bubiyan Kuwait, sistem rudal Patriot AS di Bahrain utara, serta lokasi komandan senior dan instruktur militer AS di Uni Emirat Arab.

Fasilitas milik perusahaan teknologi kecerdasan buatan Amerika, Oracle Corporation, di UEA juga menjadi sasaran dalam serangan tersebut.

Sebuah kapal komersial yang diidentifikasi sebagai MCS Ishika yang dilaporkan dimiliki oleh rezim Israel turut dihantam oleh proyektil kuat dari pasukan angkatan laut IRGC saat berlabuh di Pelabuhan Khalifa bin Salman di Bahrain.

Beberapa lokasi di Tel Aviv, Bnei Brak, Petah Tikva, Ramat Gan, dan Kiryat Shmona juga menjadi sasaran serangan terus-menerus menggunakan rudal Qadr multi-hulu ledak.

Sebelumnya, Iran juga dilaporkan telah menyerang fasilitas minyak milik perusahaan Inggris Castrol di Erbil, Irak, serta pangkalan militer Inggris di Siprus menggunakan serangan drone.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung