Berita, Nasional

Nama Prabowo Dicantumkan dalam Makalah Pengusulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026

Repelita.net

05 August 2026 23:51 WIB • 528 view

Nama Prabowo Dicantumkan dalam Makalah Pengusulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Publik diramaikan oleh kemunculan berkas ilmiah yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis agar dipertimbangkan dalam Nobel Perdamaian 2026 dengan menyertakan nama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai tim penyusun.

Dokumen riset berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth” tersebut mengurai program MBG bukan cuma sarana pemenuhan gizi tetapi juga penguat ketahanan pangan dan penggerak ekonomi.

ADVERTISEMENT

Naskah setebal 69 lembar itu terdaftar dalam pustaka digital Social Science Research Network pada 31 Maret 2026.

Posisi Prabowo ditaruh sebagai penulis utama dengan keterangan afiliasi Presiden Republik Indonesia yang didampingi deretan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Pemerintah lewat Badan Komunikasi Pemerintah menyatakan sedang mendalami dokumen tersebut demi memastikan keabsahan susunan penulis serta alur penerbitannya.

Riset tersebut membedah peran Badan Gizi Nasional yang mengelola MBG agar menjadi gambaran tata kelola ekonomi berbasis bahan pangan masyarakat.

Karya ilmiah ini dirancang oleh gabungan peneliti serta pakar yaitu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Prof. Dr. Dian Damayanti dari European Alliance for Innovation dan Universitas Borobudur Jakarta.

Nama lain yang tercantum mencakup Ashar Sunarso dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri serta Dr. Norhidayah Azman asal Management and Science University Malaysia.

Selanjutnya ada Iwan dari Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Ir. Gimbal Doloksaribu dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, serta Prof. Dr. Cicih Ratnasih dari Universitas Borobudur Jakarta.

Susunan penulis dilengkapi oleh Mansuri serta Dr. Sugiyanto Saleh dari Universitas Borobudur Jakarta ditambah Prof. Dr. Ninuk Lustyantie dari Universitas Negeri Jakarta.

Catatan dokumen mengindikasikan waktu penyusunan pada 13 Februari 2026 sebelum diunggah secara terbuka di SSRN pada 31 Maret 2026.

Pada bagian ringkasan dijelaskan bahwa skema Makan Bergizi Gratis diniatkan guna memadukan misi kepedulian sosial lewat skema usaha yang cermat.

Inisiatif pemerintah ini dirancang bukan sekadar bantuan logistik biasa melainkan wadah pencipta roda perekonomian baru.

Metode kualitatif jenis Action Design Research diterapkan dalam kajian ini guna menggabungkan studi teoritis dengan perancangan solusi konkret secara partisipatif.

Pengumpulan data lapangan dijalankan lewat wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, hingga kajian berkas kebijakan.

Hasil kajian memetakan dua sasaran utama program yaitu mengikis ketimpangan nutrisi anak serta keluarga kurang mampu sekaligus membangun ekosistem pangan lokal.

Pemberian asupan bernutrisi dinilai penting untuk menempa mutu sumber daya manusia demi mencetak generasi yang lebih sehat dan tangkas dalam belajar.

Dampak lanjutan bagi perekonomian tegap terlihat dari terbukanya pasar bagi UMKM, pemasok lokal, serta penyedia jasa olahan pangan.

Riset ini menegaskan perlunya kolaborasi erat antara jajaran pemerintah, pelaku usaha, instansi pendidikan, dan masyarakat luas agar skema ini berjalan optimal.

Penulis mengasosiasikan skema Makan Bergizi Gratis dengan gagasan perdamaian positif guna mencegah konflik sosial akibat jurang kemiskinan.

Naskah tersebut mengklaim bahwa usulan MBG menuju ajang Nobel Perdamaian 2026 murni berlandaskan kejujuran akademis tanpa muatan keuntungan pribadi maupun agenda politik tertentu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung