Berita, Timur Tengah

Mojtaba Khamenei Instruksikan Militer Iran Percepat Operasi Hadapi Amerika Serikat di Kawasan Teluk

Repelita.net

11 May 2026 17:12 WIB • 740 view

Mojtaba Khamenei Instruksikan Militer Iran Percepat Operasi Hadapi Amerika Serikat di Kawasan Teluk
Foto: Istimewa

Repelita [Teheran] - Eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara resmi menginstruksikan percepatan aksi militer guna menghadapi tekanan Amerika Serikat beserta koalisinya.

Berdasarkan laporan media pemerintah setempat pada Minggu, 10 Mei 2026, suksesor kepemimpinan Iran tersebut telah melangsungkan pertemuan strategis bersama Ali Abdollahi yang menjabat sebagai Kepala Komando Pusat Militer Iran.

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan tertutup yang lokasinya dirahasiakan tersebut, Mojtaba Khamenei secara eksplisit memberikan perintah untuk melanjutkan operasi “menghadapi musuh” di tengah situasi geopolitik Asia Barat yang semakin membara.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk perlawanan terbuka Teheran terhadap dominasi militer Washington dan Tel Aviv yang terus menggempur stabilitas wilayah Teluk melalui berbagai operasi intelijen maupun serangan udara.

Saluran televisi resmi Iran menyiarkan bahwa dalam agenda tersebut, Khamenei memberikan “arahan dan panduan baru untuk melanjutkan operasi menghadapi musuh” sebagai respons atas ancaman kedaulatan yang kian nyata.

Meski demikian, pihak otoritas keamanan tertinggi di Teheran masih menutup rapat informasi teknis mengenai mekanisme maupun target spesifik dari operasi lanjutan yang baru saja diputuskan dalam nota perintah tersebut.

Penampilan Mojtaba Khamenei ini sekaligus menepis berbagai spekulasi miring mengenai kondisi fisiknya yang sempat dikabarkan kritis akibat dampak serangan besar yang sebelumnya merenggut nyawa ayahandanya.

Kabar mengenai stabilitas kepemimpinan ini diperkuat dengan laporan adanya pertemuan koordinasi tingkat tinggi antara Presiden Masoud Pezeshkian dengan sang Pemimpin Tertinggi di tengah ancaman invasi asing yang semakin mengancam.

Situasi di lapangan pun kian memanas setelah Uni Emirat Arab mengeklaim telah berhasil melumpuhkan dua pesawat nirawak bersenjata yang diduga kuat dikirimkan dari wilayah teritorial Iran menuju area strategis mereka.

Ketegangan serupa juga dilaporkan oleh pihak militer Kuwait yang mendeteksi adanya pergerakan drone asing yang melakukan pelanggaran ruang udara nasional secara provokatif di tengah kemelut regional yang terjadi.

Aksi saling serang di jalur maritim pun tak terelakkan, di mana sebuah kapal pengangkut logistik di perairan Qatar dilaporkan mengalami insiden kebakaran setelah dihantam oleh proyektil drone tak dikenal dalam jarak dekat.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengonfirmasi bahwa armada bulk carrier tersebut menjadi sasaran tembak di area Doha, sementara media lokal Fars menyebutkan bahwa kapal tersebut membawa identitas bendera Amerika Serikat.

Kondisi di Selat Hormuz kini berada dalam level siaga tertinggi karena posisinya sebagai jalur distribusi energi utama dunia sangat rentan terhadap gangguan yang dapat memicu lonjakan harga minyak secara global.

Dunia internasional kini menaruh perhatian penuh pada Teheran, mengkhawatirkan setiap pergerakan militer Iran akan memicu ledakan konflik terbuka yang jauh lebih destruktif bagi tatanan stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung