Repelita Jakarta - Tokoh senior sekaligus pendiri gerakan reformasi, Amien Rais, melontarkan kritik tajam terhadap kebiasaan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu sering bertandang ke luar negeri sejak resmi memegang tampuk kekuasaan pada Oktober 2024 lalu.
Melalui kanal YouTube pribadinya, Amien menyampaikan pandangan bahwa sang presiden sebaiknya lebih memprioritaskan penyelesaian berbagai persoalan domestik yang membelit rakyat dibandingkan sibuk dengan agenda lawatan internasional.
ADVERTISEMENT
Amien mengungkapkan sebuah data yang menurutnya sangat mencengangkan terkait frekuensi perjalanan dinas keluar negeri yang telah dilakukan oleh Prabowo dalam kurun waktu pemerintahan yang belum genap dua tahun.
“Dari November 2024 sampai April 2026 lalu, Pak Prabowo sudah pergi ke luar negeri sebanyak 49 kali,” ujar Amien Rais.
Dari sejumlah perjalanan tersebut, beberapa negara seperti Amerika Serikat, China, Malaysia, Arab Saudi, hingga Turki disebut Amien telah dikunjungi lebih dari satu kali oleh orang nomor satu di Indonesia itu.
Amien mengaku memahami nawaitu di balik agenda padat tersebut, yakni untuk memperkenalkan kepemimpinan baru Indonesia serta menjajaki peluang kerja sama bilateral dengan berbagai negara.
“Kalau maksud Pak Prabowo supaya semua negara di dunia tahu bahwa Indonesia sudah memiliki presiden baru, sekaligus menjajaki kemungkinan kerja sama bilateral di bidang perdagangan atau ekonomi dalam arti luas, saya yakin semua itu sudah tercapai,” katanya.
Namun demikian, Amien memberikan catatan kritis bahwa pemerintah harus bisa memastikan semua nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang telah diteken tidak sekadar menjadi pajangan di atas kertas.
“Supaya kunjungan ke luar negeri sampai 49 kali itu tidak sia-sia dan tidak menjadi pemborosan waktu maupun biaya,” lanjutnya.
Pria yang akrab disapa Mbah Amien itu juga menyinggung kondisi pemerintahan di dalam negeri pada saat Presiden Prabowo sedang bertugas di luar negeri.
Ia menilai bahwa berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi masih tetap membebani masyarakat dan tampak tidak mendapat penanganan serius.
Dalam kesempatan yang sama, Amien juga melayangkan kritik kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan peran sebagai pemimpin ketika atasannya sedang keluar negeri.
Selain itu, Amien juga menuding bahwa lingkungan istana tidak sepenuhnya jujur menyampaikan kondisi riil yang terjadi di tengah masyarakat kepada Presiden Prabowo.
Amien mengaku sebelumnya memiliki harapan yang sangat besar kepada Prabowo ketika ia resmi dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024 silam.
Namun menurutnya, ekspektasi tinggi masyarakat yang sempat membuncah kini perlahan mulai meredup dan berubah menjadi kekecewaan.
“Begitu dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober 2024, Prabowo Subianto menjadi Indonesia’s big hope, harapan besar bagi bangsa Indonesia,” ujar Amien.
“Tapi sekarang, bahkan belum dua tahun berjalan, gara-gara rising expectations atau harapan masyarakat yang begitu tinggi, terutama dari rakyat kecil, harapan itu seolah telah lenyap,” tambahnya.
Meskipun demikian, di penghujung pernyataannya Amien menegaskan bahwa dirinya masih menyisakan secercah asa agar Prabowo mampu menyelesaikan masa kepemimpinannya dengan baik.
“Saya masih menaruh harapan. Mudah-mudahan Prabowo Subianto bisa menyelesaikan masa kepemimpinannya sampai akhir dan membawa bangsa Indonesia ke level yang lebih baik lagi,” katanya.
Amien pun memberikan wejangan langsung kepada Presiden agar mengurangi intensitas perjalanan luar negeri dan mengalihkan fokus pada persoalan rakyat kecil yang makin terdesak.
“Dan jangan terlalu sering pergi ke luar negeri dulu, Pak Prabowo. Konsentrasikan pikiran dan energi untuk memecahkan persoalan-persoalan yang menghimpit rakyat kecil,” tutur Amien.
Ia juga mengingatkan agar aktivitas seremonial yang berlebihan seperti pesta dan joget bersama pejabat segera dikurangi demi menjaga fokus pemerintahan.
“Kurangi pesta-pesta dan joget-joget. Boleh saja sesekali, tapi jangan terlalu sering,” pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok