Berita, Nasional

Menhut Raja Juli Kabur saat Ditanya Kemana Selisih Isi Amplop dari Bupati Kuansing yang 2.000 Dollar

Repelita.net

12 August 2026 00:15 WIB • 541 view

Menhut Raja Juli Kabur saat Ditanya Kemana Selisih Isi Amplop dari Bupati Kuansing yang 2.000 Dollar
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memilih menghindar saat dicecar pertanyaan oleh wartawan mengenai dugaan selisih dana amplop.

Selisih nominal tersebut berkaitan dengan uang pemberian Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby yang sebelumnya telah diserahkan kembali.

ADVERTISEMENT

Perbedaan jumlah dana yang dipersoalkan oleh lembaga penegak hukum tersebut tercatat mencapai dua ribu dolar Singapura.

Alih-alih menjawab pertanyaan awak media, sang menteri justru mengalihkan pembahasan ke agenda rapat bersama pimpinan dewan perwakilan rakyat.

Pertemuan tersebut disebutnya berfokus membahas persoalan reforma agraria yang melibatkan pihak konsorsium pembaruan.

"Kita ngomongin reforma agraria hari ini," kata Raja Juli, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ketika awak media kembali mendesak dengan pertanyaan serupa, ia hanya menyampaikan permohonan maaf singkat seraya melangkah masuk ke dalam kendaraan.

"Maaf," ucapnya singkat.

Sebelumnya, komisi antirasuah mencurigai adanya ketidaksesuaian nominal pada amplop yang diterima sang menteri dari kepala daerah setempat.

Temuan penyidik menunjukkan jumlah dana yang diterima berbeda dengan total barang bukti yang berhasil disita kemudian.

"Untuk penerimaan Menhut, bahwa memang kita sudah menemukan 14 ribu, tapi kemudian ada perbedaan jumlah, 12 ribu yang kita sita," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, Senin, 10 Agustus 2026.

Aliran dana suap tersebut bersumber dari pemotongan sisa hasil usaha kelompok petani untuk pengurusan kawasan hutan.

Amplop berisi mata uang asing itu diserahkan kepada sang menteri tatkala menerima kunjungan sang bupati pada awal Juni lalu.

Pihak menteri sebelumnya mengaku telah menerima titipan amplop tersebut dalam keadaan tertutup rapat di ruang kerjanya.

"Saya tidak tahu isinya apa tapi saya merasa tidak memiliki hak terhadap amplop tersebut dan saya meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut," kata Raja Juli.

Proses pengembalian amplop misterius itu diklaim dilakukan melalui perantara kepolisian resor setempat sebelum operasi senyap penangkapan berlangsung.

Upaya pelaporan gratifikasi sempat ditempuh kepada lembaga rasuah, namun ditolak karena penanganan perkara telah naik ke tahap penyidikan.

Barang bukti amplop tersebut belakangan justru ditemukan penyidik tatkala menggeledah kediaman Ketua DPRD setempat.

Kendati demikian, aparat penegak hukum belum membeberkan secara detail perihal jalur perpindahan amplop hingga sampai ke tangan ketua dewan.

Fokus penyelidikan saat ini masih diarahkan untuk melacak keberadaan sisa dana yang raib dari jumlah awal yang dilaporkan para saksi.

"Ini sebenarnya masih banyak hal-hal yang masih perlu didalami oleh penyidik terkait tadi juga yang ditanyakan," kata Achmad Taufik Husein.

Penyidik memastikan pendalaman mendalam terus dilakukan guna mengurai misteri pihak yang menyimpan dan mengurangi isi amplop tersebut.

"Siapa yang naruh amplop, terus pertemuan-pertemuan seperti apa, itu juga nanti kita tunggu saja perkembangannya karena masih berjalan," tambahnya.

Tim penindakan di lapangan juga masih bekerja keras mengumpulkan alat bukti guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa hukum ini menjadi terang benderang.

"Dan tim juga masih di lapangan untuk memastikan memang baik pertemuannya maupun tadi termasuk jumlah-jumlah amplop," kuncinya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung