Berita, Nasional

Mantan Menko Polhukam Bongkar Alasan Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari Jabatan Menteri Keuangan

Repelita.net

15 September 2026 12:49 WIB • 839 view

Mantan Menko Polhukam Bongkar Alasan Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari Jabatan Menteri Keuangan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, memberikan pandangan mendalam mengenai keputusan Presiden dalam melakukan perombakan kabinet terhadap posisi puncak di Kementerian Keuangan.

Melalui tayangan gelar wicara yang disiarkan oleh kanal YouTube iNews Terkini pada Selasa, 15 September 2026, Mahfud MD menganalisis faktor mendasar di balik pergantian posisi dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

ADVERTISEMENT

Menurut penjelasan tokoh hukum nasional tersebut, mantan Menteri Keuangan memiliki kelemahan mendasar dalam hal membangun pola interaksi di ruang publik serta kegagalan dalam mengeksekusi sejumlah target program kerja.

Pergantian ini dinilai sebagai langkah perbaikan yang tanggap dari kepala negara untuk menyikapi berbagai gelombang keluhan masyarakat mengenai kinerja dari instansi pengelola keuangan negara tersebut.

Purbaya Yudhi Sadewa dikritik lantaran kerap kali meremehkan persoalan ekonomi makro dan justru memicu keresahan publik melalui pernyataan-pernyataan yang kurang berpihak pada pembangunan rasa optimisme masyarakat.

Salah satu hal yang disoroti secara tajam adalah pernyataan resmi dari mantan Menkeu mengenai kondisi riil ratusan pemerintahan daerah yang terancam tidak mampu memberikan hak upah bagi para aparatur sipil mereka.

Mahfud MD menilai pernyataan vulgar mengenai ketidakmampuan anggaran daerah tersebut seharusnya tidak dilemparkan ke ruang publik tanpa dibarengi dengan solusi taktis dari pusat.

Kritik tajam mengalir lantaran pernyataan tersebut dinilai memicu sentimen negatif bagi iklim investasi serta psikologis masyarakat di daerah, terlebih di tengah pemangkasan Dana Alokasi Umum yang sedang berjalan.

Di samping masalah internal daerah, sektor substansi legislasi komoditas ekspor impor pada instansi Bea Cukai serta beban APBN akibat proyek infrastruktur kereta cepat turut memperparah rapor merah sang mantan menteri.

Dengan penunjukan Suahasil Nazara yang dikenal sebagai birokrat tulen dan profesional, jajaran kementerian diharapkan mampu bergerak lebih senyap namun efektif dalam memulihkan postur anggaran negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung