Berita, Nasional, Politik

Made Supriatma: Jokowi Pecundang Terbesar Kasus Ijazah Gibran, Prabowo Raup Keuntungan Politik

Repelita.net

09 October 2026 19:41 WIB • 100 view

Made Supriatma: Jokowi Pecundang Terbesar Kasus Ijazah Gibran, Prabowo Raup Keuntungan Politik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Peneliti ISEAS Yusof Ishak Institute, Made Supriatma, melontarkan analisis tajam terkait peta kekuatan politik nasional pasca-keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyoroti persoalan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan pandangan yang dibagikan melalui akun media sosial pribadinya pada hari Jumat, 9 Oktober 2026, ia menilai Presiden Joko Widodo sebagai pihak yang paling merugi.

ADVERTISEMENT

Jokowi adalah pecundang terbesar dalam kasus ijazah anaknya, Gibran Rakabuming Raka, tulis Made dalam ulasannya.

Ia berpandangan bahwa kepala negara sangat memahami persoalan ketiadaan dokumen fisik tersebut merupakan gunung es dari ketegangan politik yang jauh lebih luas.

Pertemuan mendadak antara Jokowi dan Prabowo Subianto seusai putusan pengadilan konstitusi dibaca dipandang sebagai bentuk nyata kepanikan politik.

Sekalipun MK menolak gugatan pembatalan hasil Pilpres, MK membuat vonis penting, yakni tidak menemukan ijazah Gibran, ujar Made menjelaskan.

Jokowi paham betul isu ijazah ini bisa melebar ke mana-mana karena politik adalah soal persepsi, tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengkritisi narasi pembelaan yang kerap dilontarkan mengenai keabsahan akademis sang wakil presiden di ruang publik.

Persoalannya bukan lulus S1 atau tidak, tetapi ketersediaan lembaran ijazah SMA sebagaimana disyaratkan undang-undang, tegas peneliti tersebut.

Hal ini yang kemudian menjadi peluru empuk bagi lawan-lawan politik Jokowi, lanjutnya menyoroti kerentanan posisi sang mantan presiden.

Ia pun menggambarkan gaya kepemimpinan Jokowi sebagai figur politisi cerdik yang lihai memanfaatkan instrumen hukum demi melanggengkan kekuasaan keluarganya.

Dia adalah politisi yang amat canggih, memakai hukum untuk melawan hukum, tampak halus dan memegang etiket Jawa, tetapi sangat manipulatif di balik layar untuk mempertahankan pengaruh kekuasaan keluarganya, papar Made.

Sebaliknya, Presiden Terpilih Prabowo Subianto dinilai berada pada posisi paling diuntungkan di tengah tekanan politik yang menghantam kubu pendahulunya.

Kasus Gibran ini menjadi seperti durian runtuh buat Prabowo, di saat popularitasnya sempat tertekan atau isu kabinet mencuat, perhatian publik justru teralih ke isu ijazah Gibran, ungkapnya.

Prabowo bisa bersembunyi sejenak sementara Jokowi sibuk bertahan, pungkas Made mengakhiri analisis politik tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung