Repelita [Jakarta] - Sorotan publik terhadap Fatimah Azzahra semakin menguat menyusul tersebarnya rekaman video yang menyoroti persoalan sengketa lahan dan penggusuran warga.
Konten tersebut dibagikan melalui akun Facebook Duri Abd Kadir pada Jumat, 19 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
Dalam video tersebut, Fatimah menyampaikan keprihatinan mendalam atas nasib masyarakat kecil yang terdampak aksi penggusuran.
Ia secara tegas mengkritik keterlibatan pihak keamanan dalam proses penertiban lahan yang menurutnya menimbulkan luka bagi rakyat.
“Tuh seringkali membuat rakyat tuh sakit,” ujar Fatimah dalam video tersebut.
Pernyataan yang dinilai paling tajam dari Fatimah adalah ketika ia menyebutkan, “Bapak usir rakyat dengan TNI-Polri”.
Ungkapan ini menuai reaksi beragam dari masyarakat, mulai dari dukungan atas keberaniannya hingga perdebatan terkait posisi pernyataannya.
Hingga Jumat siang, video tersebut telah meraih 10,9 ribu like, 1,5 ribu komentar, serta 8,9 ribu share dari pengguna media sosial.
Kolom komentar pun dipenuhi oleh tanggapan netizen yang memberikan apresiasi atas keberanian mahasiswi tersebut.
“Luar biasa berani suaranya. Memang benar, aparat itu digaji dari uang pajak rakyat, harusnya melindungi rakyat, bukan malah menakut-nakuti rakyat kecil saat ada penggusuran,” tulis salah satu netizen.
“Wakil rakyat yang asli ya seperti ibu ini, berani bicara apa adanya tanpa takut,” tulis netizen lainnya.
Popularitas Fatimah kian melejit, membuktikan bahwa ruang diskusi mampu memposisikan mahasiswa sebagai penyambung lidah keresahan masyarakat luas. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok