Berita, Nasional

Kritik Pedas Hasto Kristiyanto Terhadap Program Makan Bergizi Gratis Pemerintahan Prabowo Subianto

Repelita.net

29 July 2026 12:48 WIB • 790 view

Kritik Pedas Hasto Kristiyanto Terhadap Program Makan Bergizi Gratis Pemerintahan Prabowo Subianto
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto melontarkan kritik pedas terhadap program Makan Bergizi Gratis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan gagasan kuliner nusantara warisan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno yang terangkum dalam buku Mustika Rasa.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, proyek kenegaraan saat ini berjalan secara terpusat serta berisiko mengorbankan pos anggaran penting lain seperti sektor pendidikan nasional.

Perbandingan mendasar terletak pada proses penyusunan resep tradisional peninggalan Bung Karno yang memerlukan riset mendalam selama bertahun-tahun lamanya.

"Mustika Rasa ini mengandung knowledge. Ini adalah MBG versi Soekarno. Tetapi bukan dengan proyek nasional dengan mengalihkan dana pendidikan, no!," ujar Hasto saat peluncuran Millennium Public Pulse 28 di Lenteng Agung, Jakarta.

Politisi senior tersebut menekankan bahwa kebijakan kesejahteraan rakyat seharusnya dibangun berdasarkan kesadaran mandiri serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang melimpah.

Pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi gizi dinilai jauh lebih efektif ketimbang pelaksanaan proyek skala besar yang menyedot anggaran negara secara masif.

"Dengan membangun kesadaran rakyat, menyajikan data informasi bahwa kalau kita makan daun kelor, daun pepaya, umbi-umbian, kita akan sehat. Di sini sudah dikaji dengan cara MBG yang memberdayakan rakyat Indonesia," tegas Hasto.

Dalam kesempatan serupa, ia turut mendorong para pengelola forum publik agar lebih aktif turun langsung menyerap aspirasi di tengah masyarakat luas.

Kehadiran ruang diskursus tersebut diharapkan mampu menjangkau warung kopi, pasar tradisional, hingga sentra komunitas guna memahami persoalan nyata generasi muda.

Langkah konkret ini diyakini dapat membantu merumuskan solusi atas berbagai tantangan ekonomi serta peningkatan kapasitas diri masyarakat bawah.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung