Berita, Nasional

Klarifikasi Wamentan Sudaryono Usai Diskusi UGM Ricuh: Saya Dipukul, Bukan Kabur dari Dialog Mahasiswa

Repelita.net

16 June 2026 14:09 WIB • 1,155 view

Klarifikasi Wamentan Sudaryono Usai Diskusi UGM Ricuh: Saya Dipukul, Bukan Kabur dari Dialog Mahasiswa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan klarifikasi mengenai insiden pengusiran saat diskusi bersama Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko di UGM, Senin (15/6/2026).

Ia menegaskan kehadiran para pejabat tersebut ke lingkungan kampus bukan untuk menghindari dialog, melainkan demi memenuhi undangan resmi yang telah direncanakan.

ADVERTISEMENT

“Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus. Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini,” ujar Sudaryono.

Menurutnya, narasumber sejak awal telah menyediakan ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik atau pertanyaan apa pun.

“Ditanya apa saja tidak masalah. Diadili seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis,” katanya.

Namun, situasi mendadak memanas setelah kelompok peserta tertentu menuntut agar forum tersebut dihentikan secara paksa.

“Kami sempat berdiskusi sekitar 30 sampai 40 menit. Tetapi kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan. Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog,” ungkap Sudaryono.

Ia mengakui sempat bertahan di lokasi meski situasi semakin tidak terkendali akibat adanya aksi pelemparan dan tindak kekerasan.

“Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar,” ujarnya.

Dirinya membantah narasi yang menyebut para pejabat melarikan diri, seraya menegaskan bahwa pihaknya sempat berdialog lesehan di luar gedung saat dihadang massa.

“Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi. Bahkan saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog,” tegasnya.

Terkait kritik mahasiswa mengenai isu agraria, Sudaryono menyatakan kesiapan pribadinya untuk meninjau langsung ke lapangan demi mencari solusi.

“Kalau memang ada penggusuran atau persoalan agraria tertentu, ayo kita cek bersama. Saya bahkan siap menggunakan dana pribadi untuk mendatangi lokasi dan melihat langsung persoalannya,” kata Sudaryono.

Ia menutup pernyataannya dengan permohonan maaf kepada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti jalannya diskusi secara utuh akibat kericuhan tersebut.

“Saya minta maaf kepada adik-adik mahasiswa yang sebetulnya ingin berdialog secara baik. Kami siap jika diundang kembali, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Yang penting kita berdiskusi,” tuturnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung