Berita, Nasional

Ketegangan AS-Iran Berpotensi ke Perang Ketahanan, Ini Dua Penentunya

Repelita.net

30 April 2026 22:31 WIB • 956 view

Ketegangan AS-Iran Berpotensi ke Perang Ketahanan, Ini Dua Penentunya
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketegangan yang masih terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran berpotensi berlanjut ke perang ketahanan atau "war of resilience" karena nasib perundingan damai putaran kedua masih belum jelas akibat tarik ulur isu nuklir dan Selat Hormuz.

"Kalau pun perang berlanjut setelah ini, maka kita akan menyaksikan sesuatu yang namanya war of resilience," ucap Aktivis Pro Palestina, Muhammad Husein, dalam program Interupsi bertajuk 'Saling Adu Kekuatan, Perang AS-Iran Makin Genting' yang disiarkan di iNews, Kamis (30/4/2026) .

ADVERTISEMENT

Husein menambahkan bahwa ada dua variabel utama yang menentukan kemenangan atau kekalahan dalam perang ketahanan tersebut, yaitu kekuatan militer dan ketegaran warga.

"Dalam perang ketegaran ini ada dua variabel utama yang menentukan kemenangan atau kekalahan. Pertama, kekuatan militer, kedua ketegaran warganya, persis seperti yang terjadi di Gaza melawan Israel," tuturnya.

Dia menyebutkan bahwa saat ini kekuatan militer AS dan Iran sama-sama kuat, bahkan kedua belah pihak saling mengklaim kemenangan perang sebelum gencatan senjata dimulai .

Namun menurut Husein, perbedaan mencolok justru terletak pada tingkat ketegaran warga menghadapi tekanan perang, di mana warga AS mulai menunjukkan tanda-tanda tidak sanggup.

"Viral di media sosial misalnya, seorang perempuan Amerika yang menangis berteriak di dalam mobil ketika harga bahan bakar mulai naik, dan juga banyak hal yang intinya warga Amerika ga sanggup karena selama ini hidupnya stabil," ucapnya.

Sementara itu, mayoritas masyarakat Iran justru tetap berada di belakang pemerintah dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), tanpa ada yang meminta agar perang dihentikan.

Serangan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari lalu telah menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum gencatan senjata diumumkan Presiden Donald Trump pada 7 April.

Menjelang berakhirnya batas waktu gencatan senjata, Trump mengumumkan perpanjangan tanpa batas waktu atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan kepala militer Asim Munir. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung