Repelita Jakarta - Muhammad Said Didu kembali menyoroti persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul pernyataan yang menyebut SPPG sebagai penyebab keracunan.
Melalui akun X @msaid_didu, Said Didu menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin, 14 September 2026, pukul 15.37 WIB.
ADVERTISEMENT
“Kenapa rusak begini ? Penyebab keracunan tuh SPPG”
Unggahan itu merupakan tanggapan Said Didu terhadap sebuah postingan yang menampilkan pernyataan mengenai persoalan keracunan dalam pelaksanaan program MBG.
Dalam postingan yang dikutip Said Didu, terdapat pernyataan yang mempertanyakan pihak yang seharusnya bertanggung jawab apabila terjadi persoalan dalam pelaksanaan program tersebut.
“KATA-KATA HARI INI MAS SUDARYONO? 🫵🏻🤣 “MBG TIDAK BERMASALAH, YANG BERMASALAH ORANG TUANYA, GURU, DAN WARTAWAN.” Kalau benar pernyataan seperti ini disampaikan oleh pihak BGN terkait kasus keracunan MBG, pertanyaannya sederhana: KOK LAGI-LAGI KAMBING HITAM? Setiap ada”
Unggahan tersebut kemudian memunculkan beragam respons dari pengguna X yang ikut menanggapi polemik mengenai pelaksanaan MBG dan dugaan persoalan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat.
Akun @pungtoop memberikan komentar bernada doa sebagai bentuk reaksi terhadap pernyataan mengenai MBG.
“Ya Allah Yang Maha Kuasa, semoga Engkau bisa memberikan rasa sakit perut kepada keluarga orang tersebut diatas yang bilang MBG tak bermasalah. Aamiin YRA..”
Sementara akun @pramudiya165 menyerukan sikap penolakan terhadap makanan yang berasal dari SPPG serta mengaitkannya dengan kewajiban membayar pajak.
“PEJABAT TAEK SEPERTI INI KITA LAWAN DG : 1. ORG TUA BERSATU TOLAK MAKANAN DARI SPPG 2. STOP BAYAR PAJAK.”
Akun @ajisk77 juga menyampaikan tantangan agar pejabat mencoba mengonsumsi MBG secara langsung di sekolah-sekolah.
“Ayo pak makan mbg seminggu aja pindah2 ke setiap sd di jakarta aja, baru saya acungin jempol, tapi netizen yg milih sekolahnya yah :)”
Komentar lain datang dari akun @Ekososbudhamkam yang mengaitkan persoalan tersebut dengan pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan.
“Ini salah satu penyebab @PurbayaYudhi dicopot”
Akun @LorNegoro kemudian memberikan komentar mengenai sosok yang disebut dalam percakapan tersebut, sekaligus mempertanyakan penghasilannya sebagai ketua umum Dapur Republik.
“Sejak jd ketua umum dapur republik ni orang jadi kinclong wajahnya ...... kira2 gaji brpa pak said ketua umum dapur republik? selain wajahnya kinclong ...pola pikirnya juga kinclong ngawurnya hari gini kl ga ngawur ga akan lama punya jabatan”
Sementara akun @ar_mustofa1414 menilai polemik tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam cara berpikir pejabat.
“Udah gk ketolong logika pejabat² kita, bner² perlu direvolusi”
Akun @WenFiqih_ftlma juga menyampaikan kritik dengan menggunakan sejumlah perumpamaan.
“Kenapa rusak begini ??? Karena banyak "orang sinting diberikan pedang". Karena banyak "orang buta dan tuli menunggang kuda". Karena banyak "orang menafkahi keserakahan dan kerakusan". 😎”
Respons lainnya datang dari akun @opinitokoh yang menuliskan komentar singkat mengenai sosok yang disebut dalam percakapan.
“suryadono goblok”
Akun @noriba01 menanggapi polemik tersebut dengan pernyataan singkat.
“Paradigma penjajah.”
Akun @AGobreq turut memberikan komentar bernada kritik.
“Pejabat sakit”
Sementara akun @samtbsn menilai sosok yang menjadi sasaran pembicaraan sedang menjalankan tugas tertentu terkait program MBG.
“Dia ditugaskan untuk membela MBG.”
Akun @berita_tki memberikan respons menggunakan bahasa daerah dan menyebut sosok yang dibicarakan.
“Deny iku wong EDAN PAK 😀😀”
Komentar lain disampaikan akun @kacong_jagoan yang mempertanyakan dasar pernyataan bahwa MBG tidak bermasalah.
“Kata siapa tak bermasalah Emang kamu lihat dari mana”
Akun @TNugraha1955 kemudian memberikan penilaian singkat mengenai kondisi program tersebut.
“Udah rusak dri awal”
Rangkaian komentar itu menunjukkan tingginya respons pengguna X terhadap perdebatan mengenai dugaan keracunan MBG, terutama terkait pihak yang dinilai perlu bertanggung jawab apabila persoalan makanan terjadi.
Pernyataan Said Didu maupun komentar para pengguna X tersebut merupakan respons dan pandangan yang berkembang di media sosial, sehingga tudingan mengenai pihak tertentu sebagai penyebab atau alasan suatu kejadian tidak dapat diperlakukan sebagai fakta tanpa pembuktian lebih lanjut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Kenapa rusak begini ?
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) September 14, 2026
Penyebab keracunan tuh SPPG https://t.co/GTqjLVzMrm