Repelita [Jakarta] - Kementerian Kesehatan akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai spekulasi publik terkait dugaan penggelembungan dana pengadaan alat kesehatan di RSUD KH Muhammad Thohir, Pesisir Barat.
Tudingan mengenai adanya mark up anggaran sebesar Rp30 miliar untuk layanan cuci darah yang viral di media sosial dipastikan tidak berdasar oleh pihak kementerian.
ADVERTISEMENT
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa nominal tersebut bukanlah biaya untuk satu item alat medis saja.
“RSUD Krui mendapatkan bantuan sekitar Rp31,7 miliar untuk pengadaan berbagai alat kesehatan canggih. Angka ini bukan hanya untuk layanan HD,” ungkap Aji, Minggu, 21 Juni 2026.
Ia menjelaskan, dana tersebut merupakan bagian dari skema bantuan pusat untuk meningkatkan fasilitas rumah sakit rujukan melalui program penguatan infrastruktur kesehatan nasional.
Dukungan anggaran ini dialokasikan untuk mendatangkan beragam teknologi medis mutakhir, mulai dari alat pemindai CT Scan 64 slice hingga fasilitas ruang operasi cathlab jantung.
Selain itu, pihak kementerian juga telah menyalurkan bantuan perangkat kesehatan dasar senilai Rp25 miliar yang diserahkan dalam kurun waktu anggaran 2025 dan 2026.
Bantuan ini mencakup kebutuhan operasional harian rumah sakit, seperti ventilator, alat pemantau pasien, hingga berbagai instrumen pendukung tindakan bedah serta gawat darurat.
Secara akumulatif, total nilai bantuan alat kesehatan yang telah digelontorkan pemerintah pusat untuk RSUD KH Muhammad Thohir mencapai angka Rp56,7 miliar.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman data.
Program penguatan ini dirancang strategis untuk memangkas angka rujukan pasien ke luar daerah dengan cara mendekatkan akses layanan spesialis bagi warga di wilayah terpencil.
Kehadiran fasilitas medis lengkap tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan pelayanan kesehatan darurat sekaligus meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di Pesisir Barat. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok