Berita, Nasional

Kekayaan Melonjak Saat Jabat Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko Dituding Khianati Reformasi

Repelita.net

17 June 2026 00:17 WIB • 1,228 view

Kekayaan Melonjak Saat Jabat Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko Dituding Khianati Reformasi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam tertuju pada Budiman Sudjatmiko setelah kekayaannya mengalami peningkatan signifikan sejak menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan publik di tengah label pengkhianat reformasi yang disematkan kepadanya karena bergabung dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Ketegangan mencapai puncaknya saat Budiman menghadiri diskusi di Universitas Gadjah Mada bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Pada momen tersebut, Budiman sempat menyinggung perihal Tiyo Ardianto di hadapan audiens.

“Jangan ada yang menyentuh Tiyo, setersinggung apapun jangan punya pikiran jangan membuat suatu manuver yang mencelakai dia,” ujarnya dalam diskusi tersebut.

Suasana berubah drastis ketika sekumpulan mahasiswa melakukan interupsi dengan pengeras suara sebagai bentuk protes terhadap kehadiran para pejabat kabinet.

Merespons aksi tersebut, Budiman berusaha tetap tenang dan mengajak para mahasiswa untuk berkomunikasi.

“Ok, ok. Gak apa-apa,” ucapnya mencoba meredam situasi yang mulai memanas di panggung.

Meski demikian, massa terus mendesak dan menyebut kehadiran pejabat tersebut sebagai tindakan yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

“Budiman Sudjatmiko adalah pengkhianat reformasi, semua di sini membicarakan pancasila,” teriak salah satu mahasiswa.

Budiman kembali menawarkan ruang dialog agar keresahan mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik.

“Temen-teman. Silahkan, silahkan, ayo, kita diskusi, ada yang mau dibicarakan ?” kata Budiman.

Namun, para mahasiswa justru melontarkan kritik keras dan menyebut kelompok pejabat tersebut dengan sebutan yang merendahkan.

“SPPG ini satuan penjilat Prabowo Gibran. Orang-orang ini pergi dari sini, Satuan Penjilat Prabowo Gibran,” teriak pengunjuk rasa.

Terkait tudingan perubahan sikap, Budiman menegaskan bahwa dirinya masih menjadi sosok yang sama seperti ketika menjadi aktivis.

“Saya jawab, aku masih seperti Budiman yang dulu. Saya gak berubah,” ujarnya saat memberikan tanggapan.

Data LHKPN tahun 2025 menunjukkan total harta kekayaan Budiman mencapai Rp 7.326.202.873, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 6.431.426.000.

Angka tersebut menunjukkan perbedaan mencolok saat dirinya masih menjadi legislator dari PDIP pada 2018 dengan nilai kekayaan Rp 1.794.412.938.

Budiman menepis anggapan bahwa jabatannya digunakan untuk memperkaya diri sendiri.

“Saya gak pernah mencari kekayaan dari jabatan saya. Saya paham penderitaan rakyat yang kamu sampaikan, saya mengerti. Saya bilang,saya Budiman yang dulu, tidak berubah,” tuturnya.

Ia pun menceritakan bahwa di antara mahasiswa yang protes, terdapat pihak yang dulunya mengidolakan dirinya namun kini merasa kecewa.

“Salah satu dari mereka bilang, ’Saya mengidolakan Anda dari dulu, tapi Anda mengkhianati kami. Anda hidup enak-enak. Piye, penak ‘pa dadi menteri Prabowo? Lali karo rakyat?,” ungkapnya menirukan ucapan mahasiswa.

Rincian kekayaan dalam LHKPN 2025 mencakup tanah dan bangunan senilai Rp 4,4 miliar serta aset transportasi sebesar Rp 1,1 miliar.

Selain itu, terdapat harta bergerak lainnya senilai Rp 1,67 miliar, kas sebesar Rp 825 juta, dan harta lainnya senilai Rp 150 juta dengan total utang mencapai Rp 828 juta.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung