Berita, Nasional

Kamar Dagang China Surati Prabowo Protes Soal DHE SDA Hingga HPM Nikel

Repelita.net

13 May 2026 19:41 WIB • 1,056 view

Kamar Dagang China Surati Prabowo Protes Soal DHE SDA Hingga HPM Nikel
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Asosiasi perwakilan pelaku usaha negeri tirai bambu secara resmi melayangkan nota keberatan tertulis yang dialamatkan langsung kepada kepala pemerintahan guna memprotes pengetatan regulasi moneter nasional.

Langkah penyampaian surat pengaduan kolektif tersebut dipicu oleh lahirnya serangkaian kebijakan ekonomi domestik baru yang dinilai sangat membebani struktur biaya operasional serta merusak iklim penanaman modal asing.

ADVERTISEMENT

Dalam dokumen yang dikirimkan kepada pihak eksekutif tertinggi, para penanam modal menyoroti dampak negatif dari aturan penahanan devisa hasil ekspor sektor sumber daya alam serta revisi formula harga patokan mineral nikel.

Pihak asosiasi mengonfirmasi bahwa penataan ulang skema kalkulasi nilai komoditas tambang tersebut memicu lonjakan pengeluaran sektor hilirisasi secara masif di tengah fluktuasi pasar komoditas internasional yang sedang lesu.

Narasumber menguliti besarnya impitan finansial yang kini harus ditanggung oleh jaringan korporasi smelter pengolah mineral logam tersebut melalui isi surat protes resmi yang berbunyi “Sebagai investor dan operator terbesar dalam industri nikel Indonesia, perusahaan investasi China kini menghadapi kenaikan tajam biaya produksi, pelebaran kerugian operasional, dan ketidakseimbangan di seluruh rantai industri,”.

Selain persoalan restrukturisasi harga, para pengusaha luar negeri tersebut juga mengeluhkan pemangkasan drastis kuota volume penambangan tahunan di dalam lembaran rencana kerja anggaran biaya kedinasan.

Tindakan pembatasan ruang logistik bahan baku tersebut diklaim berpotensi meruntuhkan kepercayaan pasar global serta mengancam keberlangsungan lapangan kerja bagi ratusan ribu tenaga kerja lokal di berbagai wilayah strategis.

Menutup nota keberatan ekosistem rantai pasok industri energi baru tersebut, perwakilan korporasi memberikan peringatan dini mengenai risiko jangka panjang bagi daya saing investasi nasional dengan menegaskan “Hal ini dapat melemahkan kepercayaan investor global terhadap sektor nikel Indonesia,”.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung