Repelita [Jakarta] - Pesta sepak bola dunia kini memasuki fase krusial seiring dimulainya babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 29 Juni waktu Indonesia.
Seluruh tim yang berhasil menembus fase sistem gugur ini wajib meraih kemenangan dalam durasi waktu normal karena tidak ada lagi toleransi hasil imbang dalam upaya mengejar tiket ke babak 16 besar.
ADVERTISEMENT
Jadwal pertandingan fase 32 besar telah disusun dengan daftar sebagai berikut:
- Afrika Selatan vs Kanada
- Brasil vs Jepang
- Belanda vs Maroko
- Amerika Serikat vs Bosnia & Herzegovina
- Meksiko vs (menunggu lawan)
- Argentina vs (menunggu lawan)
- Jerman vs (menunggu lawan)
- Prancis vs (menunggu lawan)
- Norwegia vs (menunggu lawan)
- Swiss vs (menunggu lawan)
- Pantai Gading vs (menunggu lawan)
- Ekuador vs (menunggu lawan)
- Swedia vs (menunggu lawan)
- Kolombia vs (menunggu lawan)
Laga pembuka putaran ini akan menyajikan duel antara Afrika Selatan melawan Kanada pada Senin dini hari, 29 Juni 2026, pukul 03.00 Waktu Indonesia Barat.
Afrika Selatan melangkah ke babak ini dengan modal positif setelah menundukkan Korea Selatan, sementara Kanada mengusung misi bangkit pascakekalahan dari Swiss di laga penutup grup.
Pertarungan pertarungan lainnya akan mempertemukan Brasil melawan Jepang di Stadion Houston pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 00.00 Waktu Indonesia Barat.
Pertemuan ini menjadi sangat menarik mengingat kedua kesebelasan tampil impresif sebagai juara grup dan runner-up selama babak persiapan berlangsung.
Selain itu, duel antara Belanda menghadapi Maroko di Estadio BBVA, Guadalupe, digelar berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat.
Tim kedua tercatat memiliki performa yang sangat seimbang sepanjang fase grup, sehingga laga ini diprediksi menjadi salah satu ujian terberat bagi masing-masing kubu.
Tuan rumah Amerika Serikat juga diadakan tampil pada Kamis, 2 Juli 2026, pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat untuk menghadapi tantangan dari tim nasional Bosnia dan Herzegovina.
Mengingat ketatnya peta persaingan, setiap negara kini harus mengerahkan kemampuan terbaiknya karena satu kesalahan fatal dapat memupus impian untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen ini. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok