Repelita [Jakarta] - Pemerintah Israel dikabarkan telah menggelar pertemuan mendesak di dalam bunker bawah tanah menyusul eskalasi serangan udara yang mereka lancarkan ke wilayah Pinggiran Selatan Beirut, Lebanon.
Informasi mengenai pertemuan rahasia tersebut diungkapkan oleh sumber dari media internal Israel pada Senin, 15 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
Langkah ini diambil oleh kabinet keamanan Israel sebagai respons atas kekhawatiran mendalam terkait potensi serangan balasan dari pihak Iran maupun Hizbullah.
Ketegangan di kawasan tersebut dilaporkan semakin memuncak setelah militer Israel melakukan serangkaian serangan yang dinilai mengabaikan kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas militer Israel kini telah meningkatkan status kesiagaan penuh dan memperketat prosedur keamanan nasional.
Tindakan ini dilakukan demi memitigasi risiko serangan rudal yang sewaktu-waktu bisa diluncurkan dari arah Iran dalam kurun waktu dekat.
Dalam diskusi tertutup tersebut, sejumlah menteri kabinet dilaporkan mengakui bahwa strategi mereka untuk memecah kekuatan front pertahanan antara Iran dan Lebanon tidak membuahkan hasil.
Kegagalan diplomasi dan militer ini memicu kekhawatiran bahwa posisi keamanan Israel kini berada dalam ancaman yang lebih besar dari sebelumnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok