Berita, Palestina

Israel Deportasi Dua Aktivis Armada Kemanusiaan Gaza Usai Penahanan Ilegal dan Interogasi di Perairan Internasional

Repelita.net

10 May 2026 21:19 WIB • 733 view

Israel Deportasi Dua Aktivis Armada Kemanusiaan Gaza Usai Penahanan Ilegal dan Interogasi di Perairan Internasional
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Otoritas Israel secara resmi melakukan deportasi terhadap dua aktivis internasional yang terjaring dalam armada kapal kemanusiaan saat berusaha menembus blokade laut menuju jalur Gaza.

Kedua sosok tersebut diidentifikasi sebagai Saif Abu Keshek yang merupakan warga Spanyol keturunan Palestina serta Thiago Avila yang berkebangsaan Brasil setelah menjalani masa penahanan singkat.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan yang beredar, keduanya dicegat oleh kekuatan militer di wilayah perairan internasional dekat Yunani pada tanggal 30 April sebelum akhirnya digelandang untuk menjalani interogasi intensif.

Melalui unggahan di platform media sosial X pada hari Minggu, 10 Mei 2026, kementerian terkait memberikan konfirmasi dengan menyebut "Saif Abu Keshek dan Thiago Avila, dari armada kapal yang melakukan provokasi, dideportasi hari ini dari Israel."

Pihak keamanan menegaskan bahwa tindakan tegas tersebut merupakan langkah nyata dalam mempertahankan kebijakan pengawasan ketat di wilayah perairan Gaza yang selama ini menjadi zona konflik.

Israel memberikan pernyataan tegas mengenai komitmen penjagaan wilayah tersebut dengan menekankan bahwa pihaknya "(Israel) Tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun" terhadap aturan yang telah ditetapkan.

Penangkapan tersebut memicu reaksi diplomatik yang sangat keras dari pemerintah Spanyol dan Brasil hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menuntut agar kedua pria tersebut segera dilepaskan tanpa syarat.

Meskipun terdapat gelombang kecaman global, lembaga peradilan setempat justru menolak gugatan banding yang diajukan untuk memprotes legalitas penahanan kedua aktivis kemanusiaan tersebut pada tengah pekan lalu.

Kelompok hak asasi manusia Adalah memberikan kritik tajam terhadap perlakuan aparat dengan menyatakan "Mulai dari penculikan mereka di perairan internasional hingga penahanan ilegal mereka dalam isolasi total dan perlakuan buruk yang mereka alami, tindakan otoritas Israel merupakan serangan hukuman terhadap misi sipil murni."

Organisasi tersebut juga menilai bahwa intimidasi terhadap para pembela kemanusiaan adalah langkah yang keliru guna meredam simpati dunia terhadap kondisi krisis yang sedang melanda wilayah kantong Palestina tersebut.

Pihak Adalah menyambung pernyataannya dengan berujar "Penggunaan penahanan dan interogasi terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia adalah upaya yang tidak dapat diterima untuk menekan solidaritas global dengan warga Palestina di Gaza."(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung