Berita, Nasional

Israel Bombardir Pangkalan Udara Suriah Usai Gertak Militer Turki Soal Markas Idlib

Repelita.net

20 August 2026 13:44 WIB • 433 view

Israel Bombardir Pangkalan Udara Suriah Usai Gertak Militer Turki Soal Markas Idlib
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Peringatan keras dialamatkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada pihak Turki pasca insiden pengeboman fasilitas pangkalan udara di kawasan Idlib, Suriah.

Ia menegaskan bahwa pihak Israel telah menyampaikan maklumat tertulis agar Turki tidak membangun markas militer di wilayah Suriah.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak akan menoleransi upaya militer Turki untuk memperkuat posisi ke arah selatan, karena hal itu mengancam kami," ujar Netanyahu dalam sebuah siniar Army Radio.

Pihaknya mengaku sempat melayangkan pemberitahuan awal guna menolak pengerahan kekuatan militer Turki pada instalasi penerbangan di area Aleppo yang berdekatan dengan perbatasan.

"Tampaknya mereka tidak mendengarnya, jadi kami memastikan mereka memahaminya dengan lebih jelas," ujarnya.

Pernyataan tersebut mencuat usai pihak kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa personel militer Turki baru-baru ini sempat memantau lokasi pangkalan itu serta menegaskan penolakan atas timbulnya ancaman keamanan.

Duta Besar AS untuk Turki sekaligus utusan khusus untuk Suriah, Tom Barrack, menilai agresi Israel ke Pangkalan Udara Abu al-Duhur berpotensi memicu bentrokan bersenjata secara mendadak dengan pihak Turki maupun Suriah.

Barrack menjelaskan bahwa armada militer Turki tidak mengendus pergerakan jet tempur Israel yang mengarah ke lokasi pangkalan tersebut.

Kondisi itu berisiko memancing pengerahan pesawat tempur balasan akibat adanya dugaan serangan langsung.

"Peristiwa kemarin itu serius dan mengkhawatirkan. Namun, kami lega karena tidak ada korban jiwa dan situasi tidak sampai memburuk," tambah Barrack.

Pihak Israel membenarkan keterlibatan mereka atas pemboman sarana militer Suriah yang dituding bakal difungsikan sebagai markas pasukan Turki.

"Israel dan Suriah telah menyepakati status quo terkait masalah keamanan, namun Suriah hampir melanggarnya dengan mengizinkan pasukan Turki ditempatkan di sebuah pangkalan udara dekat Aleppo," demikian pernyataan dalam bahasa Inggris dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kantor Perdana Menteri menegaskan bahwa imbauan resmi telah disampaikan berkali-kali kepada pemerintah Suriah.

"Suriah memilih untuk mengabaikan peringatan-peringatan ini," ujar kantor Netanyahu, seraya menambahkan bahwa Israel "tidak akan menoleransi ancaman terhadap keamanannya, dan akan menyambut baik kembalinya status quo."

Pemerintah Turki merespons keras tuduhan yang dikeluarkan pihak Israel karena dianggap memicu ketegangan.

Pihak Ankara menganggap klaim tersebut dibuat sekadar untuk membenarkan penyerangan udara yang melanggar kedaulatan Suriah.

Seorang pejabat Turki menegaskan bahwa negaranya sama sekali tidak berniat mendirikan markas militer di Pangkalan Udara Abu Duhur.

"Tidak ada kehadiran Turki di pangkalan udara tersebut. Israel mengarang-ngarang dalih untuk membom negara-negara tetangga dan mengacaukan stabilitas kawasan," tegas pejabat tersebut.

Aksi militer ini menunjukkan penolakan terbuka dari pihak Israel terhadap langkah diplomatik Amerika Serikat yang tengah mendukung pemerintahan baru Suriah pimpinan Ahmad Saraa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung