Berita, Timur Tengah

Iran Kecam Ancaman Trump, Sesuatu yang Konyol ? Siapkan Kejutan Besar untuk AS dan Israel

Repelita.net

06 April 2026 15:18 WIB • 900 view

Iran Kecam Ancaman Trump,  Sesuatu yang Konyol ? Siapkan Kejutan Besar untuk AS dan Israel
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Gerah dengan segala ancaman yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pihak Iran akhirnya angkat bicara dan mengecam keras pernyataan tersebut.

"Pernyataan Trump mencerminkan pola pikir kriminal dan berpotensi memicu pelanggaran serius terhadap hukum internasional," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dilansir dari Al Jazeera pada Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

Baghaei bahkan menyebut ancaman yang dilontarkan pemimpin AS tersebut sebagai bentuk hasutan terhadap kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sebelumnya diketahui bahwa Presiden Donald Trump mengancam akan melepaskan neraka terhadap Iran jika tidak segera membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Baghaei menegaskan bahwa retorika semacam itu berisiko menargetkan infrastruktur vital yang berdampak langsung pada keselamatan warga sipil Iran.

Menurutnya, ancaman yang dilontarkan Trump tidak hanya memperkeruh situasi tetapi juga berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah secara signifikan.

Di tengah eskalasi yang terus memanas, seorang pejabat senior Iran mengeluarkan pernyataan yang membuat dunia terdiam dengan mengisyaratkan adanya kejutan besar yang telah disiapkan untuk Amerika Serikat dan Israel.

Menurut laporan Fars News Agency pada Senin (6/4/2026), pejabat tinggi Iran itu menegaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan langkah baru yang luar biasa.

"Kami mempunyai kejutan besar bagi Amerika dan Rezim Zionis, ini hanya memerlukan waktu," bunyi laporan tersebut mengutip pernyataan pejabat Iran.

Pejabat tersebut juga menyebut bahwa seluruh tindakan militer dan strategi yang dilakukan oleh Teheran berjalan sesuai dengan rencana dan daftar target yang telah ditentukan sebelumnya.

Pernyataan ini diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa Iran sedang menyiapkan gebrakan baru menyusul serangan timbal balik yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Pejabat yang sama juga menyebut pernyataan AS tentang kemungkinan menargetkan infrastruktur Iran sebagai sesuatu yang konyol dan tidak masuk akal.

Menurutnya, strategi militer pemerintah Washington yang mengandalkan pendekatan serangan bersih, cepat, dan mudah telah gagal total di lapangan.

Ia mengklaim bahwa negaranya kini telah belajar banyak dari pengalaman di medan tempur dan mampu beradaptasi dengan baik.

“Kami telah belajar dengan baik bagaimana melemahkan musuh dalam peperangan asimetris,” tegas pejabat senior Iran tersebut.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran kemungkinan akan terus melanjutkan strateginya dengan menggunakan elemen proksi, serangan siber, dan taktik tekanan regional.

Teheran tampaknya akan menghindari keterlibatan dalam konflik skala besar secara langsung dan lebih memilih perang asimetris untuk menguras kekuatan musuh secara perlahan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung