Berita, Timur Tengah

Iran Ancam Targetkan Universitas AS dan Israel, IRGC Sebut Kampus Jadi Sasaran Sah, Serangan Sudah Hantam Universitas Teheran dan Isfahan

Repelita.net

29 March 2026 12:31 WIB • 962 view

Iran Ancam Targetkan Universitas AS dan Israel, IRGC Sebut Kampus Jadi Sasaran Sah, Serangan Sudah Hantam Universitas Teheran dan Isfahan
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Iran mengancam akan menargetkan universitas-universitas yang berada di Amerika Serikat dan Israel setelah menuduh kedua negara tersebut secara sengaja menyerang fasilitas pendidikan dan pusat penelitian di wilayah Republik Islam.

Peringatan keras itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC yang disiarkan oleh Kantor Berita Tasnim, di mana universitas yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel disebut sebagai target yang sah untuk dibalas.

ADVERTISEMENT

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menuding Amerika Serikat dan Israel telah menyerang sejumlah institusi pendidikan penting Iran, termasuk Universitas Teknologi Isfahan dan Universitas Sains dan Teknologi Iran.

Dalam unggahan di platform media sosial X, Baghaei menyebut bahwa serangan yang dilancarkan oleh kedua negara tersebut bertujuan untuk melemahkan fondasi ilmiah dan warisan budaya Iran yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Serangan ini secara sistematis menargetkan universitas, pusat penelitian, monumen bersejarah, dan ilmuwan terkemuka, demikian ujar Baghaei mengecam tindakan yang dinilai sebagai kejahatan perang.

Ia juga menilai bahwa dalih yang digunakan oleh Amerika Serikat dan Israel terkait upaya menahan program nuklir Iran hanyalah alasan yang dibuat-buat untuk menutupi niat sebenarnya.

Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa Universitas Sains dan Teknologi yang berlokasi di ibu kota Teheran menjadi salah satu lokasi yang terdampak dalam serangan terbaru yang dilancarkan oleh pihak lawan.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas terkait mengenai jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan dari serangan terhadap institusi pendidikan tersebut.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa pihaknya telah melancarkan serangan lanjutan ke wilayah Teheran sebagai bagian dari operasi gabungan yang dikoordinasikan dengan Amerika Serikat.

Menurut laporan yang beredar dari sumber-sumber di Iran, seorang dosen teknik elektro bernama Saeed Shemkadri dilaporkan tewas setelah rumah tinggalnya menjadi sasaran serangan pada tanggal 23 Maret lalu.

Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 kini semakin meluas ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar.

Data yang dihimpun dari berbagai otoritas menyebutkan bahwa di Iran sedikitnya 1.900 orang tewas, termasuk ratusan warga sipil dan lebih dari 200 anak-anak yang menjadi korban serangan.

Di Lebanon, konflik yang melibatkan kelompok Hizbullah telah menyebabkan sekitar 1.189 korban jiwa, termasuk 124 anak-anak yang tewas dalam berbagai serangan.

Di Irak, sedikitnya 99 orang dilaporkan tewas akibat eskalasi konflik, termasuk 13 korban yang berasal dari wilayah Kurdistan Irak.

Sementara itu di pihak Israel, 19 warga sipil dan empat tentara dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan balasan yang dilancarkan oleh Iran dan sekutu-sekutunya.

Amerika Serikat juga mencatatkan korban jiwa dari pihak militernya sebanyak 13 personel yang tewas dalam berbagai serangan di kawasan Timur Tengah.

Korban jiwa juga dilaporkan terjadi di sejumlah negara lain seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Arab Saudi, serta wilayah Tepi Barat yang turut terdampak konflik.

Hingga kini situasi di kawasan Timur Tengah masih terus memanas dengan potensi eskalasi yang semakin luas, yang dapat berdampak serius pada stabilitas keamanan global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung