Berita, Timur Tengah

Iran Ancam Pangkalan Militer Eropa di Bawah Kendali AS Jadi Target Sah IRGC

Repelita.net

07 May 2026 17:45 WIB • 805 view

Iran Ancam Pangkalan Militer Eropa di Bawah Kendali AS Jadi Target Sah IRGC
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Ketegangan di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru setelah seorang politikus garis keras Iran yang dekat dengan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei melontarkan ancaman serius kepada negara-negara Eropa.

Hossein Shariatmadari, pemimpin redaksi harian konservatif Kayhan, dengan tegas menyatakan bahwa pangkalan-pangkalan militer negara-negara Eropa yang berada di bawah kendali Amerika Serikat akan menjadi sasaran sah bagi serangan balasan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

ADVERTISEMENT

“Pangkalan militer negara-negara Eropa yang akan ditempatkan di bawah kendali Amerika dapat dan harus menjadi sasaran yang sah dan sesuai hukum untuk serangan militer kita,” ujar Shariatmadari kepada harian Kayhan pada Selasa (5/5/2026) .

Pernyataan keras ini muncul di tengah eskalasi konflik terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang tengah berkecamuk di kawasan Selat Hormuz dan Teluk Persia.

Shariatmadari bahkan dengan yakin mengklaim bahwa benua biru tersebut berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap potensi serangan dari Republik Islam Iran.

“Eropa sangat rentan terhadap potensi serangan apa pun oleh Republik Islam dan praktis tidak memiliki kemampuan untuk menahannya,” imbuhnya dalam kolom di surat kabar yang ia pimpin tersebut .

Ia menambahkan bahwa negara-negara Eropa sudah mengetahui dengan kapasitas militer Iran untuk menghantam mereka secara keras jika diperlukan.

Ancaman ini menjadi bukti bahwa IRGC yang kini tampaknya memegang kendali penuh atas keputusan strategis di Teheran, mulai memperluas zona konflik hingga ke luar kawasan Timur Tengah.

Sejumlah negara Eropa seperti Yunani dan Bulgaria yang diketahui menjadi tuan rumah bagi infrastruktur militer AS dan NATO disebut berada dalam jangkauan rudal-rudal jarak jauh Iran .

Tidak hanya sekadar ancaman lisan, Iran sebelumnya telah menunjukkan kapasitasnya dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone di kawasan Teluk yang bahkan menyasar wilayah Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA) .

Serangan tersebut memaksa kapal perang AS yang tengah menjalankan operasi “Project Freedom” untuk mundur dari upayanya membuka paksa jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Dalam perkembangan terpisah, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf juga mengunggah pernyataan di platform X yang menegaskan bahwa keamanan pelayaran di Selat Hormuz terganggu akibat tindakan AS.

“Namun, kenakalan mereka akan segera dihentikan,” tulis Qalibaf, mengisyaratkan bahwa Iran masih memiliki langkah-langkah besar yang belum dimainkan .

Pernyataan mengancam dari Teheran ini langsung memicu respons peningkatan kewaspadaan di kalangan negara-negara Eropa, yang kini mulai memperketat keamanan di sekitar pangkalan-pangkalan militer mereka yang berpotensi menjadi sasaran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung