Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopot Purbaya Yudi Sadewa dari jabatannya dan melantik Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru di Istana Negara pada Kamis sore.
Peristiwa pemberhentian tersebut berlangsung sangat mengejutkan lantaran disampaikan secara mendadak saat Purbaya tengah menghadiri agenda kedinasan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan tayangan video dari kanal YouTube DPD RI, Purbaya kala itu sedang berbicara dalam rapat kerja gabungan antara Komite IV DPD RI dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, serta Bank Indonesia.
Di tengah sesi pemaparan jawaban kepada para anggota DPD RI, Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi tiba-tiba menginterupsi dan memintanya untuk memeriksa ponsel karena ada panggilan masuk dari seorang menteri.
Sebelum momen interupsi tersebut terjadi, Purbaya sempat melontarkan pernyataan mengenai kondisi perekonomian nasional saat menjawab pertanyaan para peserta rapat.
Purbaya menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keuangan negara dengan berujar, "saya ingin mencegah keadaan seperti di Argentina di mana pemudanya beramai-ramai pikirnya itu akan berdampak pemerintah pusat tapi begitu default yang dit adalah pemerintah pusat ada di Argentina yang sampai sekarang sepertinya gara-gara itu ekonominya nya belum masih susah mereka pulang paling kemarin minta bantuan lagi ya itu yang kita jaga jadi kita jaga bersama-sama".
Melalui ulasan di kanal YouTube Hersubeno Point, informasi internal dari anggota dewan mengungkapkan bahwa panggilan telepon penting yang diterima oleh Purbaya tersebut berasal dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Usai menerima instruksi untuk segera merapat ke Istana Kepresidenan, Purbaya langsung bergegas meninggalkan ruang rapat pleno di gedung parlemen sebelum agenda kerja itu selesai sepenuhnya.
Mantan pejabat tersebut juga mengonfirmasi kabar pemberhentian dirinya saat dihubungi oleh pihak jurnalis melalui pesan singkat tidak lama setelah keluar dari ruang sidang.
Ketika ditanya mengenai alasan dirinya terburu-buru meninggalkan Gedung DPD RI, Purbaya memberikan jawaban singkat dengan gaya khasnya sembari menyisipkan tiga emotikon tersenyum, "Mau dipecat?".
Keputusan perombakan kabinet ini diduga dipicu oleh sejumlah langkah kebijakan Purbaya yang menimbulkan gejolak internal, termasuk keputusan melakukan rotasi massal pejabat eselon II, III, dan IV di Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea Cukai pada Kamis, 10 September 2025.
Selain itu, ia juga menuai sorotan tajam setelah mengusulkan penarikan dividen sebesar Rp10 triliun dari Danantara untuk menutup defisit APBN, serta memberikan komentar kontroversial bernada tidak layak mengenai skema penjadwalan ulang utang negara yang dinilai kurang patut diutarakan oleh seorang pejabat publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok