Repelita [Jakarta] - Analis kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai pengaruh politik dinasti Presiden ke-7 RI Joko Widodo kini menunjukkan tanda-tanda meredup.
Melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (8/7/2026), mantan Sekretaris Kementerian BUMN tersebut membeberkan tiga indikator yang memperkuat analisanya https://x.com/msaid_didu.
ADVERTISEMENT
Pertama, ia menyoroti proses hukum dalam polemik dugaan ijazah palsu yang kini dianggap telah berjalan dengan lebih normal.
"Kembali normalnya proses penegakan hukum kasus ijazah palsu," tulis Said Didu.
Menurutnya, indikasi ini terlihat dari dikabulkannya praperadilan Roy Suryo serta tidak dilakukannya penahanan terhadap pihak-pihak terkait dalam perkara tersebut.
Indikator kedua, Said Didu menyoroti kemandekan bisnis yang dirintis oleh anak-anak Jokowi, baik yang berkaitan dengan Gibran Rakabuming Raka maupun Kaesang Pangarep.
Ia mempertanyakan nasib sejumlah unit usaha di bawah induk perusahaan GK Hebat, termasuk Chilli Pari, Markobar, serta Mangkokku yang aktivitasnya kini minim terdengar.
"Sudah tidak terdengar lagi - bangkrut?" ujar Said Didu.
Ia juga mengklaim bahwa mayoritas perusahaan milik Kaesang seperti Sang Pisang, TernakKopi, Siap Mas, hingga Es Doger sudah tidak lagi beroperasi.
"Dari 12 perusahaan milik Kaesang, seperti Sang Pisang, TernakKopi, Siap Mas, Es Doger dan lainnya, sebagian besar sudah bangkrut," katanya.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan validitas model bisnis perusahaan tersebut serta transparansi terkait suntikan modal besar yang pernah diterima di masa lalu.
"Artinya perusahaan tersebut memang tidak layak atau saat itu ada yang sedang 'mencuci'. Masih ingat 'suntikan' dana Rp71 miliar ke perusahaan Kaesang untuk bisnis Es Doger? Bagaimana dengan suntikan modal bisnis lainnya?" tulisnya.
Terakhir, ia mencatat adanya penolakan terhadap agenda safari politik Jokowi di sejumlah daerah sebagai sinyal melemahnya kekuatan politik sang mantan presiden.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga Jokowi belum memberikan pernyataan resmi terkait penilaian tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok