Berita, Nasional

[HEBOH] Roy Suryo Sebut Pesaing Kuat Gibran Sengaja Dicovidkan Demi Lancarkan Jalan di Pilkada Solo

Repelita.net

11 May 2026 15:21 WIB • 733 view

[HEBOH] Roy Suryo Sebut Pesaing Kuat Gibran Sengaja Dicovidkan Demi Lancarkan Jalan di Pilkada Solo
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pakar Telematika Roy Suryo membongkar berbagai dugaan kejanggalan dalam perjalanan karier politik Gibran Rakabuming Raka sejak mencalonkan diri sebagai Walikota Solo hingga menduduki kursi Wakil Presiden RI saat ini.

Roy menyoroti adanya intervensi kekuatan besar yang sengaja menyingkirkan lawan politik potensial Gibran dalam kontestasi Pilkada Solo dengan memanfaatkan situasi pandemi yang terjadi beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

Menurut pemaparannya, calon terkuat saat itu yakni Achmad Purnomo gagal maju karena alasan medis yang dinilai sangat janggal sehingga membuka jalan lapang bagi putra sulung Presiden Jokowi.

Dalam sebuah dialog publik, Roy Suryo mengungkapkan analisisnya dengan menyatakan bahwa "wakilnya Pak Rudi Tiba-tiba calon wakilnya Pak Rudi yang harusnya dia jadi walikota itu kan dicovidkan ketika mencalonkan Pilkada Walikota Solo" .

Selain intrik politik, Roy juga menyinggung keterlibatan sejumlah pengusaha raksasa atau oligarki yang diduga menjadi penyokong dana utama di balik gurita bisnis keluarga kepresidenan.

Ia secara spesifik menyebutkan nama sebuah korporasi besar yang memiliki kedekatan khusus dengan pihak istana dan berperan penting dalam memberikan dukungan fasilitas kepada Gibran maupun adik-adiknya.

Roy Suryo menjelaskan garis merah keterkaitan tersebut dengan menyebutkan bahwa "Sea Corporated itu di balik Si Bank Shopee Garena dan lain sebagainya Kenapa kita bisa narik langsung garis merah perusahaan ya si itu limited itu pun diresmikan kantor pusatnya di Jakarta saja yang resmikan adalah Presiden h Jokowi waktu itu" .

Kejanggalan lain yang dibahas mencakup latar belakang pendidikan Gibran yang dianggap tidak konsisten serta adanya dugaan manipulasi data akademik di berbagai platform informasi digital nasional .

Roy menegaskan keraguannya terhadap keabsahan dokumen kelulusan tersebut dengan menyatakan bahwa "ayahnya ijazahnya di Tengarai 99,9% palsu orang ini riwayatnya saja sudah palsu Jadi bukannya sekolahnya di samping enggak punya yang namanya sertifikate".

Ia juga menyinggung penggunaan perangkat komunikasi rahasia saat sesi debat resmi berlangsung yang bertujuan untuk mengarahkan jawaban dan menjaga citra intelegensi sang kandidat di hadapan pemilih .

Paparan ini diakhiri dengan peringatan mengenai bahaya praktik politik dinasti yang dibangun di atas fondasi ketidakjujuran serta potensi kerusakan demokrasi jika masyarakat hanya berdiam diri melihat kejanggalan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung