Berita, Nasional

[HEBOH] Kata Yaman dari Prabowo, Habib Rizieq vs Dudung Memanas Lagi

Repelita.net

07 May 2026 15:41 WIB • 996 view

[HEBOH] Kata Yaman dari Prabowo, Habib Rizieq vs Dudung Memanas Lagi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah kata yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Cilacap pada Rabu (29/4/2026) mendadak menjelma menjadi pemicu memanasnya kembali hubungan dua tokoh publik yang pernah berseteru di masa lalu.

Pernyataan kepala negara yang mempersilakan pihak-pihak yang tidak nyaman dengan kondisi tanah air untuk "kabur saja ke Yaman" itu sontak menyulut reaksi dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab .

ADVERTISEMENT

Melalui kanal dakwahnya di YouTube, Rizieq melontarkan tudingan bahwa ucapan Presiden tersebut tidak lahir dalam ruang hampa, melainkan ada sosok "Jenderal Baliho" yang berada di belakangnya sebagai pembisik .

Julukan itu dengan gamblang diarahkan kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan, Dudung Abdurachman, yang pernah bersitegang dengan Rizieq dalam insiden penertiban baliho beberapa tahun silam .

"Pantes saja presiden bilang pergi sono ke Yaman karena Jenderal Baliho ini memang benci Yaman. Jadi begitu ngomong ingat tuh sudah kedoktrin ngobrol istana sama orang yang anti Yaman," ujar Rizieq dalam tayangan video yang diunggah di kanal YouTube OfficialIslamicBrotherhoodTV .

Rizieq juga mengaitkan kembali sejumlah catatan masa lalu terhadap Dudung, mulai dari peristiwa KM 50 hingga tuduhan keterlibatan dalam urusan yang dinilainya sebagai adu domba .

"Ini orang bermasalah dalam KM 50, dalam urusan adu domba anak bangsa, dalam urusan menghina para habaib. Saudara, kenapa diangkat jadi penasihat presiden?" pungkasnya dengan nada tajam .

Menanggapi tudingan keras tersebut, Dudung Abdurachman memilih sikap santai namun tetap menepis habis anggapan bahwa dirinya tengah membisiki kepala negara .

Ia menegaskan bahwa narasi soal Yaman yang disampaikan Presiden Prabowo sama sekali bukan berasal dari dirinya .

"Nah, sekarang ramai, seakan-akan bahwa saya jadi KSP, kemudian akhirnya muncul narasi bahwa Presiden [pidato soal Yaman] itu. Ya, itu bukan dari saya," tegas Dudung di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026) .

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu justru mengingatkan peran seorang ulama yang seharusnya membawa keteduhan dan kesejukan di tengah masyarakat.

"Tapi artinya bahwa menurut saya bahwa Pak Rizieq, ya, sudah tualah, sudah sama-sama tua. Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi" .

Ia pun menyebut gaya komunikasi Rizieq dinilai tidak banyak berubah karena masih menggunakan narasi yang menurutnya cenderung menyerang pihak lain .

Dudung turut mengklarifikasi ulang peristiwa penurunan baliho Rizieq yang terjadi pada November 2020 saat ia menjabat Pangdam Jaya.

Ia menjelaskan langkah aparat itu bukanlah keputusan personal, melainkan tindak lanjut dari kebijakan negara karena FPI saat itu telah resmi dibubarkan pemerintah .

"Ya, kalau menurut saya, antara saya dengan Habib Rizieq sudah enggak ada masalah sebetulnya. Karena sebetulnya dulu waktu saya menurunkan baliho juga kan, karena FPI itu kan waktu itu organisasi memang sudah dibekukan di tahun 2019," tuturnya .

Di tengah memanasnya polemik verbal ini, Kepala KSP Dudung Abdurachman memilih langkah berbeda dengan mengunjungi para ulama di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa (5/5/2026) .

Langkah silaturahmi tersebut ditegaskan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk terus menjalin kemitraan bersama para tokoh agama demi menjaga stabilitas bangsa .

Hingga berita ini diturunkan, suasana di ruang publik masih dipenuhi dengan berbagai tafsir terkait pernyataan Presiden Prabowo, yang oleh sebagian kalangan dianggap sekadar retorika politik namun oleh kubu lain dinilai memiliki implikasi identitas yang dalam .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung