Berita, Nasional

[HEBOH] Eks Direktur Intelijen BAIS Bongkar Peringatan untuk Jokowi dan Bahaya “Kuda Troya” di Pemerintahan Prabowo

Repelita.net

13 May 2026 15:58 WIB • 794 view

[HEBOH] Eks Direktur Intelijen BAIS Bongkar Peringatan untuk Jokowi dan Bahaya “Kuda Troya” di Pemerintahan Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika intelijen pertahanan nasional kini tengah menjadi sorotan tajam seiring mencuatnya berbagai analisis kritis mengenai akurasi data pemprofilan terhadap para figur pemimpin tertinggi negara di ruang publik.

Mantan Direktur Intelijen Badan Intelijen Strategis TNI Brigjen Purnawirawan Purnomo membeberkan secara mendalam mengenai pola operasional lembaga telik sandi yang senantiasa bergerak mendahului setiap momentum peristiwa politik besar.

ADVERTISEMENT

Melalui tayangan program bincang-bincang Madilog di kanal Forum Keadilan TV, sang purnawirawan mengonfirmasi bahwa institusi pertahanan sebenarnya telah memiliki basis data rekam jejak yang sangat komprehensif jauh sebelum seorang tokoh bangsa dimunculkan ke permukaan.

Narasumber senior tersebut menjelaskan mekanisme penyampaian informasi strategis kepada pimpinan pemegang otoritas komando tertinggi pertahanan negara dengan memaparkan “intelijen itu seorang tokoh bangsa itu begitu mau dimunculkan intelijen itu mencari data siapa orang ini ya sudah kita harus”.

Menurut penjelasannya seluruh pasokan data biografi telah disodorkan sejak awal, namun keputusan taktis untuk mengeksekusi rekomendasi tersebut sepenuhnya mutlak menjadi hak prerogatif dari sang komandan atau kepala pemerintahan.

Terkait dengan adanya pro kontra penandatanganan regulasi pemulihan hak masa lalu, pihak intelijen diklaim telah memberikan nota peringatan dini mengenai potensi terjadinya benturan sosial horizontal yang sewaktu-waktu dapat menjadi bom waktu kemanusiaan.

Mantan petinggi BAIS itu memberikan kesaksian otentik mengenai proses penyampaian masukan taktis kepada jajaran kementerian koordinator bidang politik dan keamanan terdahulu dengan menyatakan “Presiden Jokowi mengeluarkan Kepres 17 ya tentang PKI ya iya intelijen memberikan masukan sebelum ini disahkan Bapak ini korban sebenarnya begini-begini kalau itu terus dilakukan Bapak ini akan nampak jadi buang waktu zaman Jokowi kelompok atas ya kelompok tengah”.

Selain itu, kondisi sosiologis masyarakat pada lapisan terbawah dinilai kian terimpit akibat adanya rekayasa struktur perekonomian yang secara perlahan mengikis keberadaan kelompok masyarakat kelas menengah di tanah air.

Fenomena ketimpangan tersebut digambarkan secara gamblang oleh sang jenderal purnawirawan melalui sebuah analogi ketergantungan logistik perut yang berbunyi “kelompok bawah diupayakan tengahnya hilang atas sudah ngomong kan "Eh kamu sudah enggak bisa makan sekarang ikutin aku kalau enggak enggak bisa makan." Nah si ini pada saat tidak makan kan iya-ya sampai kapan ini meledak kalau rakyatnya sudah siap”.

Lebih lanjut, tata kelola pemerintahan pada periode transisi kepemimpinan baru saat ini diprediksi akan menghadapi akumulasi persoalan serta beban utang luar negeri yang jauh lebih berat dan kompleks.

Pihak purnawirawan pun mewanti-wanti adanya bahaya infiltrasi politik dari sisa-sisa loyalis rezim terdahulu dengan menegaskan “ya meledak kuda-kuda troya ee Jokowi masih ada di pemerintahan kalau Prabowo Pak Prabowo ini tidak berani untuk mengambil sikap maka kuda troyak ini semakin leluasa semakin membuka pintu semakin menarik lagi kuda-kuda lain masuk ke dalam ketika Mas menjadi”.

Oleh karena itu, jajaran elite kabinet sekarang didorong untuk bertindak tegas dan berani mengambil keputusan revolusioner demi menyelamatkan keutuhan jalannya roda republik dari ancaman kehancuran sistemik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung