Berita, Nasional

Habib Rizieq Shihab Desak Presiden Prabowo Copot Anggota Kabinet yang Diduga Terlibat Tragedi KM 50

Repelita.net

05 November 2026 16:16 WIB • 120 view

Habib Rizieq Shihab Desak Presiden Prabowo Copot Anggota Kabinet yang Diduga Terlibat Tragedi KM 50
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh agama Habib Rizieq Shihab memberikan pernyataan tajam mengenai dugaan keterlibatan mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam tragedi berdarah penembakan enam laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Rekaman video ceramah tersebut disebarkan secara luas melalui platform digital global.

ADVERTISEMENT

Unggahan audio visual yang menghebohkan masyarakat tersebut ditayangkan perdana oleh kanal YouTube milik pihak ketiga pada hari Kamis tanggal lima November tahun dua ribu dua puluh enam.

Informasi ini langsung menuai beragam sorotan publik karena menyangkut nama-nama mantan pejabat kepolisian teras tanah air.

Dalam pidatonya, Habib Rizieq Shihab menegaskan posisi mantan kepala negara sebagai figur kunci yang semestinya dimintai pertanggungjawaban hukum secara menyeluruh.

Beliau berargumen bahwa indikasi keterlibatan itu bukan sekadar beban moral kepemimpinan, melainkan mengarah pada tindakan pengondisian di lapangan.

"Bukan tapi kita dapatkan indikasi-indikasi keterlibatan Jokowi langsung atau tidak langsung itu bisa dibaca dan itu akan kita beberkan kalau pengadilan HAMnya digelar ya ikhwan," kata Habib Rizieq Shihab dalam kutipannya.

Sang penceramah menceritakan serangkaian peristiwa sebelum penembakan, termasuk pengerahan Komando Operasi Khusus ke wilayah Petamburan bersenjata lengkap.

Ia menilai aksi tersebut merupakan bentuk intimidasi nyata yang sengaja dirancang oleh aparat negara untuk menakut-nakuti keluarganya.

"Di Monas dan mengancam-ngancam saya begitu juga bagaimana seorang kapori ketika itu Idham Aziz dengan Kapolda ketika itu luar biasa mengancam dengan ancaman yang luar biasa sebelum terjadi peristiwa KM 50 semua itu merupakan cipta kondisi," ucap Habib Rizieq Shihab.

Narasi negatif kemudian dibangun secara terstruktur lewat media sosial dengan bantuan para pendengung digital demi menyudutkan ormas keagamaan tersebut.

Langkah ini disebut bertujuan membentuk opini bahwa FPI adalah kelompok ekstrem dan berbahaya bagi masyarakat luas.

"Seolah-olah saya dan FPI adalah orang yang kelompok berbahaya sehingga kalau ke depan dibunuh ya enggak apa-apa namanya juga orang," tutur Habib Rizieq Shihab menggambarkan situasi pengondisian opini saat itu.

Ia menambahkan bahwa skenario manipulasi tersebut kemudian berlanjut pada pengumuman resmi instansi keamanan pasca-tragedi pembantaian terjadi.

Klaim sepihak aparat menyebut para korban melakukan perlawanan fisik dan membawa senjata guna membenarkan tindakan represif.

"Siaran persiarkan orang tersebut katanya melawan bawa senjata polisi terpaksa nah akhirnya yang terjadi perkis seperti km 50 sudah korbannya diculik disiksa dibunuh difitnah," tegas Habib Rizieq Shihab.

Tragedi manipulasi perkara semacam ini dinilai terus berulang pada kasus-kasus kemanusiaan lain, termasuk penembakan siswa sekolah di Semarang.

Tuduhan terlibat tawuran dan pameran barang bukti palsu dalam rilis media dianggap menjadi pola yang lazim digunakan.

"Jadi warga masyarakat dibunuh terus difitnah nah ini enggak boleh dibiarkan ini kenapa bisa terjadi lagi terjadi lagi itu tadi karena KM50 dibiarkan," jelas Habib Rizieq Shihab dengan nada masygul.

Sikap pembiaran hukum dan penghentian pengusutan perkara di masa lalu memicu rasa superioritas aparat sehingga menganggap pencabutan nyawa sipil adalah hal mudah.

Kondisi perlindungan sepihak ini membuat korps penegak hukum tampak tidak tersentuh kesalahan sama sekali di mata publik.

"Sampai peristiwa sebesarkan juruhan yang meninggal itu lebih dari 100 orang tetap saja yang meninggal yang disalahkan lagi-lagi mereka semua disalahkan jadi polisi seperti malaikat enggak pernah salah," ujar Habib Rizieq Shihab.

Kritik tajam juga diarahkan kepada sikap respons cepat Jokowi yang langsung membela tindakan operasional kepolisian sebelum adanya proses investigasi resmi.

Eks presiden tersebut dinilai tidak objektif karena terburu-buru menyalahkan para laskar yang telah meninggal dunia.

"Sedang menjalankan tugas enggak layak Presiden memberikan pernyataan semacam itu sebelum dilakukan pemeriksaan kecuali kalau memang presidennya terlibat dan yang mengatur semua itu pantas saja memberikan pernyataan seperti itu," sebut Habib Rizieq Shihab.

Penolakan istana terhadap usulan parlemen dan elemen sipil untuk mendirikan komite penyelidikan independen semakin memperkuat kecurigaan publik.

Jika memang bersih dari intervensi, penguasa seharusnya mendukung transparansi penegakan hukum sejak hari pertama insiden.

"Mestinya investigasi itu dilakukan sejak awal kali kejadian nah jadi di sini sekali lagi kalau saya katakan Jokowi adalah orang yang paling bertanggung jawab," papar Habib Rizieq Shihab.

Beliau membeberkan bukti lain berupa temuan wahana tanpa awak yang mengintai markas syariat mereka tiga hari sebelum tragedi Tol Cikampek.

Pelaku pengintaian yang berhasil ditangkap kedapatan membawa kartu identitas kedinasan intelijen negara.

"Tiga-tiganya punya kartu anggota BIN resmi yang satu juga punya kartu anggota sebagai jurnalis yang satu sebagai mahasiswa yang satu lagi sebagai anggota TNI tiga-tiganya punya kartu anggota BIN secara resmi mereka memakai mobil dengan nomor plat palsu," ungkap Habib Rizieq Shihab.

Pihak FPI mengklaim telah mengamankan seluruh unit kendaraan operasional, melakukan interogasi mendalam, serta menyalin data digital dari komputer para pengintai.

Berkas rahasia tersebut memuat nama sandi operasi pembersihan dengan target utama sang ulama.

"Ternyata ya di dalam laptop yang mereka bawa ada operasi D5 yang saya menjadi targetnya 3 hari sebelum peristiwa peristiwa itu," kata Habib Rizieq Shihab membongkar isi dokumen rahasia.

Keterlibatan struktural Badan Intelijen Negara beserta deretan jenderal seperti Budi Gunawan, Fadil Imran, Idham Aziz, hingga Tito Karnavian akan terus dikejar.

Tim hukum FPI menegaskan seluruh dokumen otentik masih tersimpan rapi untuk pembuktian kelak.

"Kami punya data data itu sampai hari ini masih kami simpan sekali lagi masih kami simpan," ujar Habib Rizieq Shihab meyakinkan para jemaahnya.

Kritik miring juga dilayangkan kepada lembaga hak asasi nasional yang dinilai tidak profesional dalam menghimpun keterangan perkara.

Sejak awal pembentukan tim ad-hoc hingga kini, mereka sama sekali belum pernah memanggil korban utama penargetan.

"Tidak pernah menanyakan saya memanggil saya meminta keterangan dari saya baik secara lisan maupun secara tulisan padahal peristiwa KM50 target utamanya adalah saya," cetus Habib Rizieq Shihab.

Pihak keluarga syuhada telah mendata sedikitnya tiga puluh lima nama personel kepolisian yang terlibat aktif dalam operasi penguntitan hingga eksekusi lapangan.

Salah satunya adalah eks Dirkrimum Polda Metro Jaya yang menandatangani surat perintah pengawasan.

"Kombes Polisi TB Hidayah dulu menjabat sebagai diskrimum Polda Metro Jaya ini yang memberikan surat tugas ee untuk terus ee menguntit saudara saya sekeluarga surat tugasnya resmi yang menandatangani orang ini," urai Habib Rizieq Shihab.

Perwira tersebut dikabarkan tidak mendapat sanksi etik melainkan memperoleh kenaikan pangkat struktural menjadi jenderal bintang satu.

Nama lain seperti Handik Zusen dan Widi Irawan selaku pengendali armada lapangan juga disebut mengalami promosi jabatan.

"Masih ada AKBP Rulian Sauri ini yang diduga melakukan pemindahan jenazah daripada en laskar kemudian masih ada Ibda Muhammad Yusmin Oela ini yang diduga sebagai algojo eksekutor daripada KM50," tutur Habib Rizieq Shihab.

Barisan penembak lain seperti Faisal Kasbi, Adi Ismanto, Guntur Pamungkas, dan Fikri Ramadan juga masuk dalam daftar hitam manifestasi kejahatan mereka.

Seluruh dokumentasi wajah dan pergerakan para pelaku telah diarsipkan demi persiapan sidang korps luar biasa.

"Kita tinggal tunggu waktu yang tepat untuk kita seret mereka semua ke pengadilan HAM," tandas Habib Rizieq Shihab berkomitmen penuh.

Saat ini, unit kendaraan roda empat yang hancur diberondong peluru tajam sengaja diletakkan pada area khusus sebagai monumen peringatan publik.

Struktur fisik mobil dipelihara utuh guna berfungsi sebagai alat bukti materiil utama di hadapan majelis hakim.

"Sengaja kita simpan sebagai barang bukti begitu nanti pengadilan HAM digelar maka ini merupakan salah satu bukti barang yang harus ditunjukkan di pengadilan," kata Habib Rizieq Shihab.

Bukti baru atau novum otentik yang dimiliki tidak terbatas pada rekaman sirkuit digital jalan tol, melainkan rekaman perimeter area penginapan swasta.

Kamera pengawas Novotel Karawang Timur sempat merekam detail visual saat proses eksekusi sipil berlangsung.

"Tapi hotel tersebut kemudian didatangi oleh para aparat dan CC CCTV-nya semua disita jadi CCTV milik hotel CCTV milik KM50 semua adalah bukti kuat tentang terjadinya pembantaian," sahut Habib Rizieq Shihab.

Fakta persidangan perkara internal kepolisian akhirnya menyingkap keterlibatan Satgatsus Merah Putih pimpinan Ferdy Sambo sebagai komandan pembantaian.

Mantan Karo Paminal Hendra Kurniawan juga terbukti ikut mengamankan barang bukti palsu saat rilis pers.

"Dan Sambo pun dalam pengadilan saat ditanya oleh jaksa juga mengaku ya dia terlibat untuk membersihkan CCTV yang ada di KM50 jadi ini karamah syuhada Allah bongkar ya ikhwan," imbuh Habib Rizieq Shihab.

Beliau menuntut janji lisan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di hadapan lembaga legislatif yang berkomitmen membuka kembali lembar perkara.

Alasan ketiadaan bukti baru dianggap kepalsuan karena posisi Kapolri saat peristiwa adalah Kabareskrim.

"Bohong kalau kapori itu tidak tahu kalau CCTV CCTV itu merupakan no baru yang sampai hari ini belum pernah yaitu diajukan ke pengadilan jadi saya minta Pak Kapori enggak usah main-main lah jangan main kucing-kucingan lagi Pak," cecar Habib Rizieq Shihab.

Ulama asal Petamburan ini menyatakan kesedihannya lantaran susunan Kabinet Merah Putih bentukan Presiden Prabowo Subianto dianggap masih mengakomodasi figur bermasalah.

Penunjukan Budi Gunawan sebagai Menko Polkam serta penempatan Dudung Abdurachman menuai protes keras.

"Maka itu kita minta dengan hormat kepada Bapak Prabowo agar semua oknum yang ada di dalam kabinet Bapak baik yang diduga kuat terlibat korupsi atau terlibat judi online atau terlibat pembantaian warga sipil atau terlibat di dalam perusakan demokrasi di Indonesia tolong diresavel Pak," pinta Habib Rizieq Shihab.

Pembersihan kabinet dari anasir gelap masa lalu dinilai krusial agar dukungan para ulama dan habaib seluruh negeri mengalir utuh bagi pemerintahan baru.

Upaya perjuangan menegakkan keadilan KM 50 ditegaskan tidak akan pernah surut meski menghadapi tembok kekuasaan.

"1000 kali kita gagal jatuh dalam perjuangan 1001 kali kita akan bangun bangkit kembali melanjutkan perjuangan allahu Akbar tidak ada kata putus asa dalam perjuangan kita," seru Habib Rizieq Shihab membakar semangat.

Sebagai langkah taktis kedepan, pihak internal organisasi berencana menggelar musyawarah nasional khusus dalam waktu dekat.

Agenda utama pertemuan tersebut adalah mengonsolidasikan kesaksian dua puluh satu laskar yang selamat serta para pedagang lokal.

"Sharing sekaligus kita menyusun langkah bagaimana supaya para penjahat ini termasuk Jokowi dan kronik kroninya bisa kita kejar untuk kita jebloskan ke penjara allahu Akbar bahkan kalau terbukti Jokowi kalau terbukti Jokowi terlibat secara langsung atau ada perintah wajib dihukum mati saudara," pungkas Habib Rizieq Shihab menutup pidatonya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung