Berita, Viral Sosmed

Gagah Saat Berjanji, Gagap Saat Ditagih: Mahasiswa Trisakti Geruduk Mensesneg Tuntut Transparansi Kesehatan Gratis

Repelita.net

05 November 2026 18:23 WIB • 34 view

Gagah Saat Berjanji, Gagap Saat Ditagih: Mahasiswa Trisakti Geruduk Mensesneg Tuntut Transparansi Kesehatan Gratis
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang ketidakpuasan publik terhadap komitmen jajaran kabinet baru mulai mencuat setelah adanya aksi penyampaian aspirasi oleh elemen akademis di pusat pemerintahan.

ADVERTISEMENT

Perwakilan pemuda mendatangi kantor administrasi negara guna mempertanyakan realisasi jaminan sosial kemanusiaan.

Peristiwa audiensi yang diwarnai ketegangan sosiopolitik tersebut dilaporkan secara terbuka melalui unggahan akun sosial media Threads milik foolmeyeah pada hari Kamis tanggal lima November tahun dua ribu dua puluh enam.

Teks rangkuman mencatat adanya kekecewaan mendalam akibat ketiadaan respons solutif dari pejabat berwenang.

Para aktivis kepemudaan mendatangi Kantor Menteri Sekretaris Negara untuk menagih kepastian mengenai tiga tuntutan pokok serta janji fasilitas pengobatan tanpa biaya bagi masyarakat ekonomi lemah.

Bantuan perlindungan kesehatan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga sipil yang tengah berada di wilayah terdampak bencana.

"GAGAH SAAT BERJANJI, GAGAP SAAT DITAGIH RANGKUMAN PERTEMUAN MAHASISWA TRISAKTI DI SEKERTARIAT NEGARA: 1.

Mahasiswa Universitas Trisakti mendatangi Kantor Mensesneg untuk menagih 3 tuntutan serta janji pemerintah terkait layanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu di tengah situasi bencana," tulis akun foolmeyeah dalam unggahan aslinya.

Pihak delegasi kampus mengecam ketertutupan birokrasi serta lambannya langkah operasional konkret dari kementerian terkait untuk mengeksekusi kebijakan darurat kemanusiaan tersebut.

Sikap abai dari pemangku kebijakan dinilai mencederai rasa keadilan publik di tengah krisis lingkungan yang melanda.

"2.

Mahasiswa merasa kecewa karena tidak adanya transparansi maupun tindak lanjut terkait realisasi janji itu.

Tidak ada satupun tuntutan yang dapat dijawab oleh mensesneg," sambung akun foolmeyeah memaparkan hasil akhir pertemuan.

Sorotan miring dari pengguna internet pun langsung membanjiri kolom komentar digital dengan mempertanyakan kredibilitas moral sang pejabat administrasi negara.

Warganet mendesak konsistensi sikap ksatria dari figur utusan tersebut yang sempat melontarkan janji pelepasan jabatan struktural apabila terbukti gagal mengemban amanah rakyat.

"Janji dia kan mundur dari jabatan kalo gagal ditepati?," bunyi kritik akun ridhoart_31 secara persis dalam menanggapi kebuntuan dialog kemanusiaan tersebut.

Publik menilai pola pembiaran janji operasional dan kemaslahatan sosial tanpa realisasi nyata ini sudah menjadi kebiasaan usang yang terus dipertahankan.

Elemen sipil menegaskan bahwa masyarakat luas hari ini mendambakan pembuktian program pelayanan dasar yang nyata di lapangan, bukan sekadar agenda seremoni formalitas semata.

"Kebiasaan dari dulu mah begitu.

Janji mulu, ditepati juga enggak 🥴," cetus akun ur_pinkberry meluapkan kekecewaannya di jagat siber.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung