Repelita Riyadh - Serangan rudal Iran dilaporkan gagal dicegat oleh sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan berhasil mengepung markas Central Intelligence Agency (CIA) yang berlokasi di dalam kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi pada Senin (6/4/2026).
Rudal-rudal yang diluncurkan dari Teheran tersebut berhasil menembus pertahanan udara AS di kawasan diplomatik, menyebabkan kepanikan dan kerusakan parah di dalam kompleks kedutaan.
ADVERTISEMENT
Kondisi di lokasi kejadian dilaporkan kacau, dengan fasilitas markas CIA yang menjadi target utama mengalami hantaman keras hingga rusak berat.
Belum ada keterangan resmi dari Washington mengenai jumlah korban ataupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan yang gagal dicegat ini.
Selain mengepung markas CIA di Riyadh, gelombang serangan rudal Republik Islam itu juga menghantam pabrik drone milik Israel di Kota Petah Tikva.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kehancuran signifikan pada fasilitas pabrik drone tersebut, dengan sebuah kawah besar tampak hanya beberapa meter dari bangunan utama.
Pabrik itu menjadi satu-satunya fasilitas yang mengalami kerusakan parah di dalam kompleks industri, mengindikasikan tingkat akurasi serangan yang sangat tinggi.
Sementara itu, Komandan Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya Iran, Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, memberi peringatan keras bahwa "pintu neraka akan terbuka untuk kalian, jika infrastruktur Iran diserang," sebagai balasan atas ancaman Trump.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok