Berita, Nasional

Fuad Bawazier Sebut Isu Pergantian Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Hanya Upaya Cipta Kondisi Pihak Tertentu

Repelita.net

14 June 2026 17:16 WIB • 1,237 view

Fuad Bawazier Sebut Isu Pergantian Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Hanya Upaya Cipta Kondisi Pihak Tertentu
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diimbau untuk mewaspadai adanya gerakan sistematis dalam menciptakan opini negatif yang menyasar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier, menyatakan bahwa rumor mengenai pergantian posisi Purbaya yang kencang beredar merupakan bagian dari upaya cipta kondisi.

ADVERTISEMENT

"Kabar tersebut merupakan bagian dari upaya cipta kondisi dengan membangun persepsi negatif terhadap arah baru kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ungkap Fuad, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut Fuad, serangan terhadap figur strategis dalam kabinet sering kali dijadikan taktik untuk merusak kepercayaan publik terhadap agenda besar pemerintah saat ini.

Ia menekankan bahwa berbagai narasi miring yang beredar tidak berdasar pada data akurat, melainkan lebih kepada upaya melemahkan legitimasi kebijakan ekonomi negara.

"Narasi yang dibangun tanpa didukung fakta dan data yang memadai berisiko menciptakan ketidakpastian yang tidak diperlukan di tengah upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," papar Fuad.

Fuad memastikan bahwa isu perombakan menteri tersebut sama sekali tidak memiliki dasar karena tidak ada pembahasan formal di internal pemerintahan terkait hal tersebut.

"Saya tidak melihat ada dasar yang kuat terkait isu pergantian itu. Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada pembahasan resmi mengenai penggantian Menteri Keuangan," tuturnya.

Ia menduga bahwa resistensi ini muncul karena adanya perubahan paradigma ekonomi yang berorientasi pada penguatan peran negara yang mungkin mengusik kepentingan pihak tertentu.

Fuad menegaskan bahwa fokus pembangunan ekonomi ke depan harus tetap berpegang teguh pada amanat Pasal 33 UUD 1945 demi kesejahteraan rakyat.

“Kalau kita sendiri tidak memegang konstitusi kita, lalu siapa lagi yang akan menjaganya? Yang paling penting adalah menjalankan amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat,” tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung