Berita, Ekonomi

Fahmi Hasan Nugroho Soroti Pelemahan Rupiah Tembus Batas Psikologis Akibat Defisit Fiskal dan Intervensi Sementara Pemerintah

Repelita.net

13 May 2026 13:54 WIB • 754 view

Fahmi Hasan Nugroho Soroti Pelemahan Rupiah Tembus Batas Psikologis Akibat Defisit Fiskal dan Intervensi Sementara Pemerintah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Guncangan hebat tengah melanda pasar keuangan domestik setelah nilai tukar mata uang garuda merosot tajam hingga menembus batas psikologis baru di angka tujuh belas ribu lima ratus per dolar amerika serikat.

Kondisi tersebut memicu kepanikan massal di kalangan pemilik modal karena kegagalan mempertahankan batas aman ini diartikan sebagai sinyal ketidakmampuan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makro ekonomi.

ADVERTISEMENT

Akibat sentimen negatif yang meluas tersebut para pelaku pasar cenderung melakukan aksi lepas aset secara masif guna menghindari kerugian sistemik yang lebih dalam akibat depresiasi yang terus berlanjut.

Sebagai langkah taktis penyelamatan darurat pemerintah mulai mengaktifkan instrumen dana stabilisasi obligasi untuk melakukan aksi beli kembali surat utang negara di pasar sekunder.

Kebijakan intervensi ini sengaja diambil dengan tujuan utama menahan laju pelarian modal ke luar negeri sekaligus mengendalikan tingkat pengembalian investasi agar tidak membebani struktur anggaran belanja.

Meskipun demikian strategi penahanan tersebut dinilai hanya bersifat temporer lantaran pemegang kebijakan masih dihadapkan pada keterbatasan pos cadangan devisa yang saat ini berada di kisaran seratus lima puluh miliar dolar.

Seorang analis ekonomi Fahmi Hasan Nugroho memberikan peringatan keras bahwa ketahanan likuiditas valuta asing tersebut sangat rentan terkuras habis apabila mendapat gempuran aksi spekulasi skala besar.

Dalam ulasan risikonya Fahmi Hasan Nugroho menambahkan bahwa skema pembelian kembali surat utang sama sekali belum menyentuh akar permasalahan mendasar seperti melebarnya angka defisit anggaran serta lambatnya laju pertumbuhan sektor ekspor nasional.

Kondisi dilematis ini berpotensi membuat investor global semakin enggan menanamkan modalnya di dalam negeri karena tingkat risiko yang dihadapi sudah tidak lagi sebanding dengan proyeksi keuntungan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung