Berita, Internasional

Eskalasi Protes di Paris Berujung Bentrok Pelajar dan Polisi Pengunjuk Rasa Sebut Dirinya Produk Media Sosial

Repelita.net

09 October 2026 12:08 WIB • 122 view

Eskalasi Protes di Paris Berujung Bentrok Pelajar dan Polisi Pengunjuk Rasa Sebut Dirinya Produk Media Sosial
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketegangan sosial di wilayah ibu kota Prancis dilaporkan kian memanas seiring terjadinya gelombang perlawanan dari elemen akademisi muda.

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @nandxnandza pada hari Jumat, 9 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Intensitas pergerakan massa di kota Paris terpantau mengalami peningkatan signifikan hingga memicu terjadinya bentrokan fisik secara terbuka antara para pelajar dengan aparat kepolisian.

Di tengah berkecamuknya gejolak protes, salah satu tokoh pelajar bernama Elwin menyempatkan diri untuk hadir memenuhi undangan stasiun penyiaran setempat.

Remaja tersebut tampil menjadi narasumber dalam program debat khusus La Grande Confrontation yang disiarkan stasiun berita Prancis LCI dengan dipandu oleh jurnalis senior David Pujadas.

Pada penghujung segmentasi acara televisi itu, sang perwakilan pemuda melontarkan sebuah pernyataan reflektif mengenai eksistensi gerakannya di era modern.

“Saya tidak ingin menjadi perwakilan dari apa pun. Saya adalah produk media sosial, dan saya menyadari hal itu. Begitu suasana aksi blokade ini menghilang, saya juga akan menghilang bersamanya,” tegas Elwan dalam program LaGrandeConfrontation.

Fenomena unjuk rasa masal di benua Eropa ini seketika menarik perhatian publik tanah air dan memicu perbandingan mengenai iklim berdemokrasi.

Sejumlah pengguna media sosial menilai terdapat perbedaan kontras mengenai cara pandang masyarakat lokal dalam merespons sebuah gerakan penyampaian aspirasi.

Akun @levia.nne menuangkan pandangan sinisnya mengenai kecenderungan warga lokal yang seringkali antipati terhadap jalannya sebuah demonstrasi.

"Ini kalo di Indo udah dinyinyirin. "Kritik itu harus sopan." "Demo cuma bikin macet.""

Di lain sisi, kekhawatiran mendalam mengenai adanya eksploitasi terhadap kaum minoritas di bawah umur demi kepentingan politik praktis turut disuarakan warganet.

Akun @rdnagungprmn menyampaikan keprihatinannya atas karut-marut konflik ideologi global yang dinilai mengorbankan masa depan anak-anak.

Lagi-lagi anak-anak jadi tameng si kiri yang mau ambil kekuasaan si kanan. Sumpah dunia lagi pada gilak sakit banget liat berita begini terus!(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung