Berita, Nasional

Dukung Aksi Mahasiswa, Zaskia Adya Mecca Dirikan Posko Logistik dan Kecam Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Tidak Pro Rakyat

Repelita.net

12 June 2026 23:40 WIB • 842 view

Dukung Aksi Mahasiswa, Zaskia Adya Mecca Dirikan Posko Logistik dan Kecam Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Tidak Pro Rakyat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aktris Zaskia Adya Mecca turun ke jalan untuk membangun posko bantuan logistik bagi peserta aksi unjuk rasa mahasiswa di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Istri dari sutradara Hanung Bramantyo ini mengaku tergerak untuk terlibat langsung karena merasa cemas dengan arah perjalanan bangsa yang dianggapnya tidak sesuai dengan hati nurani.

ADVERTISEMENT

"Ini karena kegelisahan ya. Kalau buat aku, melihat segala sesuatu yang enggak sreg sama hati dan rasanya kok salah gitu," ujar Zaskia di lokasi kegiatan.

Baginya, mengambil sikap untuk tidak berdiam diri adalah langkah penting dalam upaya memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, maupun politik yang dirasakan masyarakat saat ini.

“Rasanya kok kalau diam saja, kalau semua orang milih diam, siapa yang akan berbicara dan mencoba menyelamatkan dan membenarkan ini,” cetusnya.

Posko yang berada di depan Grand Hyatt tersebut menyediakan berbagai kebutuhan konsumsi, seperti air mineral dan makanan ringan, yang diperoleh dari sumbangan masyarakat.

"Banyak banget (porsinya). Dari tadi pas kita buka posko di sini, Alhamdulillah setiap saat ada kiriman makanan dan minuman yang kita enggak tahu dari siapa. Ini akan terus datang. Intinya kita siap men-support adik-adik pelajar," tegas Zaskia.

Aksi mahasiswa kali ini dimotori oleh BEM dari berbagai fakultas Universitas Indonesia yang membawa lima tuntutan krusial terkait kebijakan pemerintah.

Tuntutan tersebut mencakup pemberdayaan pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis maupun Koperasi Desa Merah Putih.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut penghentian militerisme di ranah sipil serta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kegagalan pemerintah dalam mengelola negara.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyebut rapor merah tersebut merupakan wujud nyata dari penderitaan masyarakat yang terhimpit oleh tekanan ekonomi yang kian berat.

“Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat bernafas dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni,” kata Yatalathof. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung