Repelita [Jakarta] - Pertandingan penyisihan Grup G Piala Dunia 2026 antara Iran dan Mesir yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Seattle, Sabtu (27/6/2026), memicu polemik panjang di media sosial.
Kontroversi tersebut muncul akibat keputusan wasit yang menganulir gol krusial Iran di masa tambahan waktu babak kedua karena dianggap berada dalam posisi offside.
ADVERTISEMENT
Kejadian ini langsung memancing tanya warganet di platform X, hingga akunhttps://x.com/SiaranBolaLivemembuka ruang diskusi bagi publik terkait aturan tersebut.
"Masih rame tentang offside IRAN yang berakhir pada dianulirnya Gol Iran di Akhir babak kedua vs Mesir. Ada yang bisa menjelaskan dengan bahasa mudah dipahami?" tulis akun tersebut.
Unggahan itu kemudian bertransformasi menjadi kuliah sesi kilat dadakan, di mana warganet saling memberikan edukasi mengenai interpretasi Laws of the Game dari IFAB.
Banyak penonton awam mengira posisi kiper adalah penentu utama offside, namun narasi tersebut berhasil dipatahkan oleh penjelasan teknis para pegiat sepak bola.
Akunhttps://x.com/ap_zulfikarmemberikan penjabaran mendasar mengenai mekanisme penentuan garis offside saat kiper maju meninggalkan gawang.
"Dalam aturan offside, acuannya bukan harus kiper, melainkan dua pemain lawan yang paling dekat dengan garis gawang. Jika kiper keluar dari posisinya, maka dua pemain terakhir bisa saja pemain bertahan biasa," tulisnya.
Argumentasi tersebut dilengkapi dengan analisis akunhttps://x.com/IndosFCyang stres bahwa pergeseran posisi kiper secara otomatis mengubah hierarki pemain dalam perlindungan Mesir.
Sementara itu, akunhttps://x.com/lahjamalion08memberikan perspektif yang lebih sederhana dengan menggunakan analogi jenaka demi mempermudah pemahaman para pengikutnya.
"Ini udah pakai bahasa bayi ya," ungkapnya dalam utas yang menjelaskan bagaimana bek lawan secara otomatis mengambil alih fungsi kiper sebagai penentu garis offside.
Secara aturan resmi, seorang pemain berada dalam posisi offside jika lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola dan pemain lawan kedua terakhir.
Ketika kiper keluar dari sarangnya, maka bek terdekat dengan gawang menjadi patokan sah bagi wasit dalam menentukan keputusan di atas lapangan.
Netizen akhirnya sepakat bahwa dianulirnya gol Iran tersebut sudah sesuai dengan pakem sepak bola modern, meski situasi tersebut jarang terjadi di pertandingan biasa.
Hasil imbang ini sendiri membuat Iran kini harus berjuang menanti hasil laga lain demi mengamankan peluang lolos ke fase gugur melalui jalur peringkat tiga terbaik. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok