Berita, Nasional

Doktor Selamat Ginting Ungkap Kronologi Dugaan Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Belasan Jenderal Polri

Repelita.net

03 November 2026 22:46 WIB • 91 view

Doktor Selamat Ginting Ungkap Kronologi Dugaan Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Belasan Jenderal Polri
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah skandal besar tengah mengguncang institusi kepolisian terkait kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Republik Indonesia beserta sejumlah menteri dan ketua umum partai politik.

ADVERTISEMENT

Kanal YouTube Forum Keadilan TV pada hari Selasa tanggal 3 November 2026 menyiarkan pemaparan mendalam mengenai kronologi penangkapan beberapa perwira tinggi yang terseret dalam pusaran kasus tersebut.

Analis politik pertahanan keamanan dari Universitas Nasional, Doktor Selamat Ginting, membeberkan bahwa pembongkaran kasus ini berawal dari deteksi sistem internal yang dimiliki oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

Pihak Mabes Polri mendeteksi pergerakan radar mencurigakan dari sebuah alat sadap bernilai triliunan rupiah yang didanai anggaran negara namun disalahgunakan untuk kepentingan personal di luar prosedur hukum resmi.

Dalam siaran di kanal Forum Keadilan TV, sejarawan Indra J Piliang mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana kronologis peristiwa penangkapan para jenderal ini.

Doktor Selamat Ginting menjawab, bang bagaimana kronologis peristiwa penangkapan para jenderal ini mabes PORI dengan alatnya melihat bahwa ada radar yang sedang dimainkan ternyata kemudian ada di rumah Irjen Polisi Ahrita Nasution.

Di waktu yang bersamaan juga ternyata penyadapan itu juga sedang bekerja di rumah Irjen Polisi Slamet Uliandi kemudian juga di tempat eh brigchen polisi Eko Hadi eh Santoso arisontani melawan karena melawan ya sudah langsung diborgol dibawa ke Makobrimop.

Di Makobrimop itulah kemudian terungkap eh dia mengemukakan bahwa ini atas perintah Jenderal Listioso Sigit Prabowo kemudian ee terjadilah penangkapan-penangkapan juga termasuk kepada Irjen Polisi ee Abdul Karim kemudian Irjen Polisi Nunung eh Saifudin dan juga kepada eh Jenderal Polisi Listio Sigit eh Prabowo.

Siapa yang kira-kira memerintahkan di Sigit untuk melakukan penyadapan terhadap Presiden tentu ini juga akan ditelusuri ee dia kemudian terasosiasi ke mana orang-orang yang selama ini dekat dengan Listio Sigit Prabowo atau gengnya Sigit itu menurut saya sekarang juga saya sarankan sebaiknya menyerahkan diri.

Apakah Presiden sudah menerima laporan tentang ini Pak saya kira malam ini juga ee kemungkinan Presiden akan menerima laporan lengkap tentang apa peran para jenderal-jenderal ini di dalam peristiwa ini gitu ya.

Sobat Milok hari ini berada informasi tentang penangkapan sejumlah perioda tinggi dan peri menengah Polrey salah satunya berinisial L yang kemudian dilepaskan lagi apa yang terjadi di balik peristiwa ini.

Dan mengapa ee karena ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah Indonesia ada peristiwa penyadapan juga di balik yang dilakukan oleh para perwira tinggi dan perwira menengah itu kita menghadirkan analis politik pertahanan keamanan dari Universitas Nasional Bang Dr selamat Genting sudah istirahat Bang.

Iya alhamdulillah sehat Bang informasi apa yang Abang dapat terkait dengan penyadapan terhadap Presiden Prabowo ya tentu ini sebuah peristiwa yang e sangat menarik.

Dan menurut saya sebenarnya Presiden Prabowo itu terlalu lembut terlalu lunak kepada Jenderal Sigit Prabowo dalam bayangan saya semula ketika terjadi pergantian kapori dari Jenderal Listio Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi.

Dalam bayangan saya tadinya Listiosigit itu langsung ditangkap hari itu juga tidak diberikan ee jabatan baru sebagai KSP karena saya membaca sebenarnya Presiden Prabowo itu sangat marah sekali.

Dan coba menahan diri dalam beberapa kasus yang dilaporkan oleh kejaksaan oleh e Mabes TNI oleh intelijen tentang sosok Listiositu Prabowo jadi rupanya ini menunggu momentum yang tepat setelah 1 bulan terjadi pergantian dari 1 Oktober sekarang 1 November.

Saya juga mengamati betul Bang bagaimana kronologis peristiwa penangkapan para jenderal ini ya jadi tentu saja Mabes PORI dengan alatnya kemudian melihat bahwa ada ada alat yang berbunyi bunyi radar yang sedang dimainkan akhirnya dicari sumbernya.

Ternyata kemudian ada di rumah Irjen Polisi Ahrita Nasution lalu di situ kemudian di apa ee diminta untuk di ditanyai bagaimana kasusnya segala macam arisontani melawan karena melawan ya sudah langsung diborgol dibawa ke Makobrimop.

Di Makobrimop itulah kemudian terungkap eh dia mengemukakan bahwa ini atas perintah Jenderal Listioso Sigit Prabowo nah di waktu yang bersamaan juga ternyata ee alat alat khusus penyadapan itu juga sedang bekerja di rumah Irjen Polisi Slamet Uliandi kemudian juga di tempat eh Brickjen Polisi Eko Hadi eh Santoso.

Nah ada tiga e alat yang sedang bekerja dan tentu saja ee ini tadinya alat yang ada di Mabes Polri tapi setelah listiosigi tidak menjadi Kapolri dipindahkan dari Mabes Polri ke rumah-rumah gitu.

Nah ini kan artinya sudah penyalahgunaan dan melakukan penyadapan-penyadapan di ee kepada beberapa petinggi negara juga kepada ketua-ketua atau elit-elit ee partai politik maka di situ kemudian ee terjadilah penangkapan-penangkapan.

Juga termasuk kepada Irjen Polisi ee Abdul Karim kemudian Irjen Polisi Nunung eh Saifuddin dan juga kepada eh Jenderal Polisi Listio Sigit eh Prabowo sehingga yang diperiksa ini sudah ee banyak sekali.

Dan kemungkinan akan jadi ee tersangka selain nama-nama yang saya sebutkan tadi Jenderal Prabowo Irjen Polisi Nunung Saifudin Irjen Polisi Aison Tanah Sution Irjen Polisi Slamet Uliandi Brigjen Polisi Eko Hadi Santoso Irjen Polisi Abdul Karim dan juga eh Arisan dan Nunung itu kan ditahan di eh Brimov.

Beberapa juga ditahan eh Listiosigate per diperiksa dan di tahanan eh Bareski e Por kemudian juga langsung dari situ merembet e ke mana-mana e jenderal-jenderal yang selama ini dekat dengan eh Listio Sigit Prabo ya.

Eh tentu tadi eh Irjen Polisi Eko Hadi Irjen Polisi Dedi Murti masih diperiksa sampai malam ini dan juga Irjen Polisi MT Jokusumo ee kemudian juga Irjen Polisi Ribut Hari eh Irjen Polisi eh sori Komjen Polisi eh Yuda Gustawan Komjen Polisi Suhardianto dan eh Komjen Polisi Asep Jadi ee Suhari.

Jadi kemungkinan ee belasan jenderal itu akan menjadi tersangka di dalam ee kasus ini begitu oke pertanyaan berikutnya apakah Presiden sudah menerima laporan tentang ini Pak.

Saya kira malam ini juga ee kemungkinan Presiden akan menerima laporan lengkap tentang apa peran para jenderal-jenderal ini di dalam peristiwa ini gitu ya.

Ee apa siapa yang terlibat dalam kasus penyadapan siapa yang terlibat dalam ee pemerasan ee siapa yang juga terlibat di dalam ee kasus ee pertambangan dan segala macam ini akan segera dipetakan.

Saya kira malam ini juga kemungkinan Presiden akan mendapatkan laporan seperti itu bagaimana penyalahgunaan alat yang dibeli oleh ee negara ee kalau saya tidak salah ini sebenarnya alatnya dulu ada di Badan Intelijen Negara.

Tapi kok kemudian bergeser ke tempat lain terus disalahgunakan nanti barangkali akan ada penjelasan ee lebih rinci ee bagaimana alat-alat ini berpindah dari satu institusi ke Mabes Polri lalu ke rumah-rumah ini betul-betul negara dalam negara.

Dan betul-betul ini penyalahgunaan alat-alat negara mestinya itu di digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan negara orang-orang yang selama ini dekat dengan Listio Sigit Prabowo atau gengnya Sigit itu menurut saya sekarang juga saya sarankan sebaiknya menyerahkan diri.

Tidak perlu melarikan diri ada beberapa yang coba melarikan diri data yang saya dapat satu h yang diduga terlibat jenderal bintang 4 Listio Sigit Prabowo lalu ada tiga komisaris Jenderal.

Nama yang diduga terlibat adalah Komjen Asep Dedi Suhi kemudian Komjen Polisi Suhardianto Komjen Polisi Yuda Gustawan lalu ada enam Inspektur Jenderal Polisi.

Inspektur Jenderal Polisi Eko Hadi Inspektur Jenderal Polisi Dedi Murti Inspektur Jenderal Polisi M tejo Kusumo Inspektur Jenderal Polisi Nunungung Saifudin Inspektur Jenderal Polisi Ribut Hari Wibowo Inspektur Jenderal Polisi Abdul Karim bahkan termasuk Inspektur Jenderal Ariona Nasution.

Jadi ada 11 nama yang diduga ee terlibat di dalam kasus ini sehingga ini akan terus dikembangkan nah ini kasus kasusnya menurut saya ini bukan sekadar ee penyadapan saja tapi kasus yang merembet e ke mana-mana.

Jadi isu penangkapan itu memang sejak ee awal ee November ini per 1 November jadi persis sekitar 1 bulan setelah pergantian dan itu memang pergantiannya akan dibersihkan beberapa perwira tinggi.

Lalu memang untuk ee ee 1 bulan setelah itu untuk ee para ee perwira menengah khususnya kapores-kaporres jadi yang memiliki posisi posisi komando.

Jadi dugaan nama-nama itu tinggal kemudian apakah kepolisian dalam hal ini ee Kapori atau e Kadif Propam mau menyebutkan nama-nama ini kepada publik karena kalau tidak memang ini ramai sekali.

Nah hm ini memang sudah beredar di awal-awal ee ee bulan November ini penangkapan dilakukan oleh divisi ee profesi dan pengamanan Mabespori di Propam begitu ya i itu malam itu ya.

Jadi rata-rata sekitar pukul ee .00 pada Selasa ee dini hari begitu ya he kemudian juga ee penangkapan tentu saja setelah ada ee diduga Listio Sigit Prabowo ini setelah tidak menjadi kapori.

Masih merasa dirinya sebagai kapori sehingga dia masih ingin mengendalikan semuanya ini tidak boleh begitu ya nah itu juga alat khusus yang sangat mahal triliunan alat SADAP ini kan sebenarnya pada beberapa tahun lalu sudah dipersoalkan oleh beberapa LSM.

Polisi harus terbuka penyadapan itu tidak bisa sembarangan hm dan ternyata dugaan ini penyadapan dilakukan terhadap presiden terhadap para menteri terhadap para ketua umum partai politik dan juga orang-orang tertentu.

Nah ini menurut saya betul-betul seperti membentuk negara dalam negara oke saya kira ini ee ee Prabowo memang betul-betul sudah e marah begitu ya yang sudah tidak tertahankan lagi.

Polanya memang betul-betul pola sandiuda betul-betul seperti tidak ada masalah gitu sehingga kemudian dicopot 1 bulan kemudian ini ditangkap oke apa peran dari masing-masing ee ee jenderal ini Bang karena bintang satu e bukan bintang empat bintang tiga yang abang sebut tadi 11 orang ini.

Iya tentu ini sedang ditelusuri ya bukan hanya persoalan e penyadapan jadi alat-alat ini ditemukan di rumah-rumah jenderal-jenderal ini di rumah jenderal-jenderal ini operatornya juga adalah ee ee perwira menengah segala macam.

Awalnya memang Listio Sigit Prabowo meminta agar barang bukti itu diberhangus tapi si ini juga tidak mau tidak semuanya mau karena nanti dianggap menghilangkan barang bukti.

Jadi kalau istilah Medan itu Bung Indra kira-kira begini prabowo kira-kira mengatakan kepada Sigit "Oke kita main gitu Prabo." Main itu artinya kita bertarung oh dan setelah itu apa ngeri di Medan itu kan main ngeri.

Dan ini betul-betul terjadi situasinya mengerikan akhirnya ditangkap ini baru terjadi menurut saya dan ini betul-betul ee penangkapan berawal juga tentu ada perintah dari ee Kapori.

Untuk ee karena diduga ada aktivitas penyadapan terhadap ee petinggi negara begitu ya bahkan termasuk ee dugaan yang disadap adalah ee mantan Presiden Susilo Bambang Yudong karena dia ee petinggi ee ee partai politik.

Nah ini tentunya nantinya ee bukti-bukti sudah dipegang oleh Mabes Polri oleh negara makanya tidak mungkin ee penyadapan ini ee tidak diketahui.

Jadi memang alat khusus yang harganya triliunan yang harusnya dikembalikan kepada negara digunakan oleh negara untuk kepentingan negara tapi ini untuk kepentingan pribadi pribadi si pejabat-pejabat itu.

Siapa yang kira-kira memerintahkan di Sigit untuk melakukan penyadapan terhadap Presiden tentu saja ini perintah dari Listio Sigit Prabowo nah tentu ini juga akan ditelusuri ee dia kemudian terasosiasi ke mana begitu.

Karena memang kalau saya amati ini bukan hanya ee penyadapan yang justru dilakukan di setidaknya tiga rumah di di Jakarta dan salah satunya di komplek eh Widya Candra ini.

Yang waktu itu kemudian tim dari eh Mabes Polri dari Propam dan Brimop itu mengambil ee perwira-perwira tinggi ini dan itu mereka tidak bisa bantah lagi gitu nah jadi Arisonta ini itu salah satu yang ditangkap pertama dijebloskan ke penjara di Brimop h Nah Kelapa kedua ya iya Kelapa Du Brimop.

Saya tentu saja melihat ee perannya antara lain yang mengendalikan IT IT dari ee ee kelompok ee Sigit Prabowo ini hm nah ini kan menarik arisonta itu dulu diajukan oleh Listio Sigit Prabowo sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto di awal Prabowo e menjadi presiden.

Tapi akhirnya terjawab saya kenapa ya Presiden Prabowo tidak mau menggunakan ee ajudan salah satu kendalanya adalah di sini h Arisonta e Nasution itu karena dia orang yang sangat dekat sekali dengan Listiosigit Prabo.

Jadi menurut saya kemungkinan Prabowo itu tidak mau menggunakan ini karena dimata-matai oleh ee Sigit Prabowo ini listi Sigit Prabowo makanya saya eh menyayangkan waktu itu mengapa tidak langsung di diganti eh Liste Prabowo pada saat Prabowo dilantik menjadi ee presiden pada 20 Oktober 2024.

Rupanya dia betul-betul sedang menunggu momen begitu ya cari bukti dulu ya cari bukti dulu ee sama dengan kemarin saya pikir tadinya pada 1 Oktober itu Listio Sigit Prabowo tuh ditangkap oke perkiraan saya tadinya begitu.

Oh rupanya saya harus bersabar dulu ee 1 bulan kemudian baru nah ini tentu saja ee penyadapan ini ada jaringan-jaringannya jaringannya sudah ditangkap juga termasuk ya jaringannya tentu beberapa perwira ee tinggi ee kepolisian.

Nah ini tentu saja dugaan nama-nama ini ya nah kita menyebut nama enggak apa-apa karena karena masih diduga kan begitu nah ini menurut saya ee kasus ini bukan hanya sekadar penyadapan tapi juga penyalahgunaan dalam kasus-kasus tambang hm kasus-kasus tambang.

Di mana ee dalam kasus aseng itu ya ee kemudian ditangkap itu kemudian ter ee afiliasi dengan ee diduga dengan Irjen Polisi ee ee Pipit itu yang dari Kapolda Kabar ke Kalimantan Barat kemudian ke menjadi Kapolda ee Jawa Barat.

Tapi di masa di masa Jenderal Suyud ee ee Kapolri Bay baru Suyudi langsung di apa namanya digeser nah ini juga diduga terlibat.

Nah keterlibatan ini juga desus itu sudah lama bahwa dana-dana itu digunakan disetor ke mana ya disetor ke elit polisi ini digunakan jadi ini bekerja sama dengan oligarki.

Jadi betul-betul salah satu tugas PKH itu antara lain kesulitan-kesulitan ketika ada jenderal-jenderal ternyata ini terafiliasi dugaannya terafiliasi kepada jenderal-jenderal ini storannya ke mana nanti saya kira negara sudah tahu setorannya ke mana.

Oke kira-kira dalam pikiran Abang tadi kan belum dijawab itu asosiasi perintah K Sigit itu siapa ada lagi yang di atasnya ya saya kira ini ee tidak lazim ya dia menjadi kapori begitu lama.

Dan terasosiasi sangat lama dengan ee pemerintahan lama Presiden Jokowi soal kemudian apakah kejahatannya itu disetor ke ee elit yang lama atau tidak silakan aja nanti dibuktikan ini masalah hukum jadinya.

Jadi memang betul-betul ini dugaan-dugaan keterlibatan nama-nama itu sudah muncul pada tanggal 1 2 3 November ini jadi nama-nama itu betul-betul ee secara internal sudah muncul gitu.

Jadi ada sekitar ee 11 12 nama bayangkan perwira tingginya jadi bintang empat bintang e bintang dua bang juga yang abang sebut tadi kan bintang tiga bintang empat iya dan juga tadi bintang dua kanjennya ada sekitar ee sekitar ee tujuh.

Nanti tinggal saya kira pemerintah ee ee jangan menutup-nutupi begitu ya kasus ini karena ini kejahatan terhadap ee negara begitu ya termasuk penyadapan kepada presiden dan lingkaran istana.

Oke dari dari sudut intelijen apa tujuan dari penyadapan itu Bang tentu ini dia punya kepentingan makanya ingin menciptakan negara dalam negara oke.

Jadi ee sebenarnya ee mulai terungkap pada saat kasus ee Febri Diansa itu siapa eh Jitsus itu ee Febri nah itu juga mulai bahwa ternyata ada semacam ee diduga gerakan makar yang di ee lakukan oleh ee Listio Sigit Prabowo ini yang membuat ee Prabowo marah.

Tapi saat itu tadinya diperkiraan sat du hari setelah kasus itu akan dibuka semuanya siapa saja kemudian jenderal-jenderal yang polisi yang juga terlibat dalam kasus pertambangan dan lain-lain juga kasus ee penyadapan dan lain-lain.

Rupanya betul-betul ingin menunggu bukti yang kuat baru di dibongkar waktu itu apa disebut istilah makar ini kan informasi yang beredar di wartawan di publik selama ini kan juga disebarkan oleh salah satu pera tinggi dari polisi yang membuat status terjadi makar di tubuh kepolisian.

Apa benar ini makar Bang kudeta saya kira ini ini banyak disebut-sebut e di lingkaran ee terdekat ee Presiden Prabowo merasa bahwa Listiosigit Prabo coba melakukan makar dengan apa ya namanya melawan kebijakan ke artinya melakukan diduga melakukan sabotase terhadap program-program yang sedang dilakukan ee Presiden Prabowo.

Jadi saya kira betul-betul ee 2 tahun ya masa pemerintahan ee Prabowo juga bulan madunya dengan ee Presiden lama Jokowi saya kira sudah akan berakhir.

Dan dalam waktu dekat ini juga akan terjadi ee resavel-resavel termasuk ya KSP sudah otomatis ee diganti karena posisinya diduga sudah menjadi tersangka.

Dan ini menarik karena ee tidak dipensiunkan ee secara kepolisian sehingga ditangani oleh lingkungan kepolisian lalu apa tujuan untuk menyadap pimpinan partai-partai politik apakah itu terkait juga dengan masalah yang yang terjadi dengan Gibr iya enggak tahu kenapa yang paling tahu dia.

Yang jelas tentu saja bukti-bukti penyadapan itu sudah ada di tangan presiden menurut saya kira-kira dalam analisa abang kenapa justru pimpinan partai politik yang disadap ya.

Itu makanya bukan cuma e pemimpin partai politik jadi juga petinggi-petinggi negara dan bukan tidak mungkin mungkin juga Bung Indra disadap dan lain-lain kalau kita ada apa yang mau disadap dari kita kan seperti itu.

Jadi ini betul-betul Presiden Prabowo sudah marah dan memerintahkan Jenderal ee Suyudi untuk melakukan pembersihan maka saran saya betul-betul orang di lingkaran yang sangat dekat dengan Listo Sigit Prabo menyerahlah menyerahlah menyerahkan diri.

Tidak perlu melarikan diri karena diduga ada beberapa yang coba melarikan diri di dalam ee kasus ini ee agar tidak ditangkap dan lain percuma aja menurut saya karena semuanya sudah diketahui posisinya ada di mana dan lain-lain.

Ya bintang empatnya aja sudah kena apalagi cuma bintang dua bintang satu dan bintang tiga lalu ketika ee kasus ini muncul hari ini kita juga tahu bahwa kemarin terjadi rotasi 264 pati dan paman pur iya.

Apa ini juga berkaitan dengan pembersihan gengnya Sigit atau apa pasti pasti ini pembersihan betul-betul ini namanya desigitisasi gitu ya menghilangkan pengaruhpengaruh e singit.

Saya kira ini saatnya ee Polri harus membersihkan citranya kita ingin polisi itu kuat profesional tidak kemudian terkait dengan e istilah-istilah parcok.

Nah ini yang coba sedang dibangun oleh ee kapori yang baru dan itu tentu saja menurut saya begini ya jadi selama ee era reformasi polisi juga menjadi kuat ini enggak bagus juga.

Sementara alat kontrolnya tidak ada pengawasnya enggak ada ke mana aja apa kabar Komisi 3 DPR R yang membawa yang menjadi mitranya tepuk tangan luar biasa untuk Listios Sigit Prabowo.

Bahkan ada yang mengatakan Listiosigit Prabowo adalah kapori terbaik sepanjang masa di mana juga Kompolnas kok tidak melakukan kritik-kritik seperti itu.

Inilah kalau negara tidak ada lembaga pengawas tidak ada yang mengawasi tugas kita termasuk di sini di media massa lewat podcast adalah memberikan pengawasan memberikan sinyal bahwa ini salah ini salah ini salah kita negara demokrasi bukan negara otoriter.

Jadi kritik itu seharusnya tidak perlu dibungkam buat apa sadap-sadap kalau bukan tujuannya untuk kepentingan negara saya setuju ada penyadapan tapi untuk kepentingan negara bukan untuk kepentingan politik politik praktis nah seperti itu.

Apa dengan kejadian ini dinasti dinasti dalam tanda kutip ya he di sid tubuh Porri itu lumpuh saya kira ini juga akhirnya menurut saya ee ee saya menyarankan pada mantan Presiden Jokowi sudahlah sudahi dinasti politikmu ya.

Kemudian buat surat pengunduran diri Gibran minta maaf kepada Presiden Prabowo minta maaf kepada masyarakat karena penopangmu yang melindungi dari sisi keamanan sudah runtuh.

Jadi Listiosigit Prabowo sudah ditangkap sudah ditahan sudah tidak ada lagi yang melindungi jadi ini menurut saya juga akan ee mempercepat proses pelengseran e Gibran dari posisi wakil presiden hm.

Apa itu juga terkait dengan apa ee konstalasi yang terjadi di DPR artinya apakah nanti merambah juga terhadap pergantian dari anggota-anggota Komisi 3 yang Abang sebut tadi ya bisa saja bagi bisa saja menurut saya partai-partai politik segera juga evaluasi anggota-anggotanya yang di Komisi 3 itu.

Kok menjadi bagian dari orkestrasi di Sigit Prabowo semua sepertinya baik-baik saja tidak semua ya ada oknum-oknumnya saya kira harus dibersihkan di partai-partai orang-orang yang enggak kritis gitu buat apa ada di situ.

Tujuannya tujuan parlemen apa partner dari eksekutif dia harus mengawasi begitu bukan menjadi bagian dari ee eksekutif semua apa yang dilakukan ee kepolisian dianggap baik enggak justru itu menjerumuskan kepolisian kita harus berani mengkritik ini enggak bagus perbaiki perbaiki kita tidak ingin lembaga ini hancur.

Jadi menurut saya nama-nama yang beredar itu ee nama-nama jenderal yang beredar itu itu silakan kemudian dugaan keterlibatan mereka-mereka itu nanti akan kita saksikan bagaimana kepolisian juga mengabarkan tentang apa kabarnya tentang ini ini sudah beredar di mana-mana saya kira seperti itu dan juga penjelasan ee harus tuntas dari pemerintah kalau tidak ini akan menimbulkan distabilitas politik.

Apa parcok bubar dengan kejadian ini harus bubar dia dalam pengertian dia tidak boleh menjadi bagian pendukung bukan seperti partai politik dia harus tetap menjadi polisi yang profesional.

Kita harapkan Jenderal Suyudi bisa memimpin jauh lebih baik daripadaigit Prabowo jadi tidak boleh ee lembaga-lembaga seperti kepolisian TNI PORI dipimpin terolang hm 3 tahun aja 3 tahun itu Bung berpotensi disalahgunakan.

Jadi sebaiknya sudah ada rotasi bukan 4 tahun lebih bukan 5 tahun bukan 6 tahun termasuk Kejaksaan Agung jadi menurut saya ini akan ada ee resavel dalam waktu yang ee dekat ini.

Terutama pembersihan orang-orang mantan Presiden Jokowi yang terutama yang tidak kapabel kinerjanya dari segi QPI itu buruk toh eh Partai Gerindra juga sudah mencatat ada sekitar 42 menteri atau wakil menteri dan pejabat yang ee kerjanya tidak memuaskan.

Dan saya kira Presiden Prabowo juga sudah tahu itu 42 nama itu siap-siap dires kabar yang beredar e Listio dilepas dari apa ee apa Kelapa Du tetapi statusnya sebagai kepala staf kepresiden sudah dicopot apa benar itu Bang ya saya kira tidak mungkin dia akan ee diteruskan jabatannya sebagai e KSP begitu.

Statusnya juga diduga ee dalam kasus ini sudah menjadi tersangka karena semua yang diperiksa ini semua menyebut nama atas perintah LSP dia tidak lagi bisa mengelak tadinya dia diperiksa atau di berada di tahanan ee bares krim por.

Jadi betul-betul semoga polisi kita tambah kuat tambah profesional tambah baik dan dicintai rakyat dicintai masyarakat toh katanya PORI bersama masyarakat kita dukung artinya status ee KSP sekarang tahanan rumah begitu ya menurut saya ee seperti itu.

Tinggal kemudian apakah besok besok ada pergantian KSP jadi sekarang tentu kalau kalau seperti itu kasus diambil alih oleh presiden kemudian diserahkan kepada pejabat baru tidak ada serah terima jabatan ketika orang ini sudah berkasus atau diduga sudah menjadi tersangka begitu.

Bagaimana dengan orang-orang Listio yang berada di pemerintahan Bang yang juga jarang disebut dan bukan juga bagian dari ee rotasi yang dilakukan oleh Kapur yang baru misalnya orang-orang yang berada di luar lingkungan porik yang ada di kementerian-kementerian badan-badan lembaga iya iya.

Sebenarnya terutama yang masih terkait dengan Listio Sigit Prabowo sudahlah mengundurkan diri saja ee daripada kemudian nama Anda buruk buka saja ee bagaimana bagaimana apa organisasi ini ee bisa menjadi kocar-kacir bisa menjadi alat ee kekuasaan itu menurut saya di dibongkar saja begitu ya.

Tidak semua tidak semua ee polisi buruk ya jadi yang buruk saja menurut saya harus di disingkirkan termasuk yang berada di ee lingkaran e pemerintahan non jabatan ee kepolisian begitu pertanyaan terakhir Bang iya dalam catatan Abang apakah kejadian ini pernah terjadi di Indonesia sebelumnya dalam kasus penyadapan presiden yang dilakukan oleh apa institusi di dalam pemerintahan sendiri ya ini kan kasus ini baru terjadi.

Ini kan kasus ini baru terjadi dan saya kira tidak boleh ada lagi jadi sebenarnya begini ya alat-alat intelijen Sadap itu ketika sudah tidak menjabat diserahkan kepada negara jangan coba disimpan disembunyikan lalu di disalahgunakan ini kan polanya disalahgunakan oke dibeli dari uang rakyat dari APBN seperti itu.

Dan ini kan akhirnya akan ditelusuri bahwa ini diduga dana dari tangkapan narkoba untuk kepentingannya dari judi online saya kira akan terbongkar dana-dana haram ini he baik yang dari judi online ya kemudian dari narkoba dan lain saatnya Indonesia bersih-bersih menurut saya seperti itu.

Jangan sampai kemudian justru ee ee petugas negara yang terlibat di dalam kasus-kasus yang memalukan terima kasih Bang baik Sahabat Mariluk ini baru kejadian ya polisi-polisi aktif terlibat dalam proses menyerang kepencangan negara dengan cara menyadap presiden dan kemudian menteri menteri terkait entah untuk kepentangan apa tapi tentu kita akan bongkar dalam versi berikutnya sampai jumpa merdeka.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung