Repelita [Jakarta] - Gelombang kritik melanda kegiatan pelibatan penuntut ilmu dari Universitas Indonesia menuju Nusa Tenggara Timur bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Penjelasan mendalam mengenai polemik agenda penugasan tersebut diungkapkan oleh akun Threads @korelasimedia.
ADVERTISEMENT
"Klarifikasi anak ui soal mahasiswa yang di ajak gibran ke ntt: - katanya itu tidak ada pemberitahuan akan bareng gibran - tidak ada rekrutmen secara terbuka - anak psikologi cuma di minta tolong ke ntt - untuk ikut kegiatan psikologis - yang di ajak itu anak psikologi angkatan 2023 - anak ui malah curiga ini jadi alat poliitik - polanya seperti kejadian yang dulu dulu - ada aksi besar, lalu di redam dengan ngajak ke sana Lambe Saham"
Respons beragam bermunculan di kolom komentar menyikapi kecurigaan manipulasi agenda aksi mahasiswa tersebut.
Akun @beben.eyo memberikan penilaian miring, "Paling paling hanya di kacangin biasalah selalu bohong"
Desakan jaminan keselamatan disampaikan oleh akun @bagusmargarana, "Kalau ada dokumentasi yg jelas ke Fakultas, bisa jadi bukti adanya permintaan. Tapi kalau ga ada, tolong ada jaminan mahasiswa yg ke NTT tercatat dan dilindungi oleh fakultas ya."
Sementara sentilan bernada sindiran dituliskan oleh akun @mastonystark, "Begitulah kalo ikutan kegiatan pemerintah saat ini, cuma jadi bedak doang 🤭"
Kecurigaan keterlibatan civitas akademika dalam agenda politik praktis hingga kini masih memicu ruang debat terbuka publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads