Berita, Nasional

DEBAT PANAS! Rocky Gerung Vs Ubedillah, Rocky Gerung Kritik Keras Ubedillah Badrun soal Teori Thomas Kuhn: “Stop, Salah Semua!”

Repelita.net

23 September 2026 17:19 WIB • 51 view

DEBAT PANAS! Rocky Gerung Vs Ubedillah, Rocky Gerung Kritik Keras Ubedillah Badrun soal Teori Thomas Kuhn: “Stop, Salah Semua!”
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Adu argumen secara terbuka melibatkan perspektif akademik terjadi saat membahas krisis pemikiran dalam membaca dasar konstitusi bernegara.

Pernyataan ilmiah yang berujung pada perdebatan sengit tersebut disiarkan secara langsung oleh kanal YouTube officialiNews pada hari Selasa, 22 September 2026.

ADVERTISEMENT

Akademisi Rocky Gerung melayangkan kritik tajam kepada Direktur Eksekutif Lokataru, Ubedillah Badrun, mengenai landasan teori struktural keilmuan yang dipahami secara keliru oleh ilmuwan sosial.

"Coba saya tanya dulu nih Saudara Ubed baca the structure of scientific revolution yang ditulis 1962 oleh Thomas Kuhn. Apa yang menyebabkan paradigma itu krisis," ujar Rocky Gerung mempertanyakan literatur keilmuan tersebut.

Ubedillah Badrun kemudian merespons pertanyaan itu dengan menyatakan bahwa perdebatan publik ini sebenarnya tidak sedang didesain untuk menguji hafalan isi sebuah buku teks.

Namun, dirinya tetap meladeni pertanyaan tersebut dengan ingatan akademisnya saat melakukan kajian peradaban puluhan tahun yang lalu.

"Saya pernah membaca buku itu beberapa waktu mungkin tahun 1995 saya bacanya. Kesimpulannya seingat saya the structure of science revolution itu dia berbicara soal pergeseran paradigma," jawab Ubedillah Badrun secara langsung.

Dirinya menguraikan bahwa ilmu pengetahuan terlahir dari kerangka berpikir yang dinamis dan akan mengalami guncangan besar ketika dihadapkan pada persoalan yang tidak ilmiah.

Mendengar pemaparan itu, Rocky Gerung langsung memotong penjelasan karena menilai rumusan serta definisi yang disampaikan oleh rekannya tersebut sepenuhnya keliru.

"Stop aja deh. Salah semua tuh, capek gua dengar. Bisa dibaca bukunya enggak, sudah pasti salah," tutur Rocky Gerung dengan nada tinggi.

Dirinya menerangkan bahwa Thomas Kuhn merupakan seorang fisikawan yang menjelaskan transisi hukum alam dari era Isaac Newton menuju era Albert Einstein.

Bagi Rocky Gerung, krisis keilmuan hanya akan terjadi apabila ditemukan sebuah paradoks atau antipoda nyata di dalam pelaksanaan operasional riset sains normal.

Perdebatan menjadi semakin memanas ketika Ubedillah Badrun tetap mempertahankan hak penafsirannya sebagai seorang pembaca terhadap karya ilmiah yang sudah lama terbit itu.

"Ya bisa-bisa saja Bung Rocky menafsirkan begitu kan. Saya berhak dong sebagai pembaca menafsirkan itu," kata Ubedillah Badrun menanggapi kritik rekannya.

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik Ihsanuddin yang turut hadir di studio berusaha meluruskan substansi diskusi ke arah alokasi anggaran belanja negara.

Dirinya berpendapat bahwa aturan ketatanegaraan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari instrumen ekonomi politik demi mendongkrak martabat serta kesejahteraan hidup masyarakat.

"Poinnya adalah apakah kita telah mengambil kebijakan sesuai dengan amanat konstitusi apa enggak," ungkap Ihsanuddin untuk meredakan tensi debat di atas panggung.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung